Breaking News:

Eksklusif Ironi Hari Pendidikan

Terabas Lumpur Tiap Hari Demi Mengajar Gratis di Dusun Terpencil

Umumnya mereka menghabiskan waktu menjadi buruh perkebunan yang mengelilingi kampungnya.

surya/eben haezer panca
Anak-anak Lingkungan Mojan, Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, belajar di teras surau Ponpes An-Nibros, Sabtu (25/4/2015), di bawah bimbingan aktivis Yayasan Prakarsa Swadaya Masyarakat (YPSM). 

Jaraknya dari Kota Jember sebenarnya cuma empat atau lima kilometer. Tapi jalanan di daerah perbukitan itu cukup sulit.

Jalan aspal hanya beberapa ratus meter dari jalan raya. Itupun sudah rusak, berlubang-lubang.

Jalanan selanjutnya, 100 persen tanah perawan. Tanah liat yang belum tersentuh material pembangunan.

Saat hujan turun, kondisi jalan lebih tepat disebut arena off road. Licin dan berlumpur.

Motor matic tunggangan Ana terlihat pontang-panting karena roda tergelincir. Begitu juga dengan tiga motor teman yang mendampinginya pagi itu.

Beberapa kali mereka harus berhenti mencari jalan menghindari jebakan lumpur tebal.

Meski hati-hati, pagi itu kecelakaan kecil terjadi. Roda motor menginjak lumpur tebal, lalu terpelanting dan ambruk. Kaki Uus sedikit gosong terkena knalpot motor.

”Nggak apa mas, begini sudah berkali-kali,” ujar Uus.

Seingatnya, selama musim hujan ini sudah delapan kali mengalami kecelakaan kecil begitu.

Beruntung saat motornya terguling, perjalanan Uus sudah mencapai mulut dusun. Begitu bangkit dari jatuh, Uus memilih meninggalkan motornya.

Halaman
123
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved