Breaking News:

Eksklusif Ironi Hari Pendidikan

Paling Sulit Rayu Anak Jalanan Sekolah, Pilih Mengamen atau Mengasong

Hasilnya, ada 13 anak yang berhasil dirayu. Sebagian besar lainnya, memilih tetap mengamen atau mengasong.

Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
kompas.com
Ilustrasi anak jalanan 

SURYA.co.id | MALANG - Untuk menyekolahkan 13 anjal, Rony Kurniawan dan kawan-kawan mengeluarkan biaya sekitar Rp 2 juta per bulan.

Amin dan Indra, anjal yang tinggal di rumah kontrakannya, setiap pagi diberi uang saku Rp 5.000 per orang.

Pemuda asal Situbondo ini juga memakai rumah kontrakannya untuk berjualan makanan ringan. Mencarikan duit untuk biaya anjal, kata Rony, bukan masalah paling sulit.

Yang paling susah, katanya, adalah merayu dan membujuk mereka agar mau bersekolah.

“Anak-anak itu sudah telanjur menikmati hidup dengan mencari uang di jalan, sehingga lebih senang di jalan ketimbang bersekolah,” tuturnya.

Anak-anak jalanan itu umumnya bekerja sebagai pengamen, memainkan musik dan bernyanyi ala kadarnya di pinggir jalan di depan pintu mobil yang berhenti di lampu merah.

Rony dan rekan-rekannya di SSC setiap hari rajin mengunjungi anjal yang tersebar di sejumlah titik Kota Malang. Ia datang sambil membagi-bagikan susu dan makanan gratis.

Hasilnya, ada 13 anak yang berhasil dirayu. Sebagian besar lainnya, memilih tetap mengamen atau mengasong.

Dari 13 anak yang mau bersekolah, dua orang tinggal bersama di rumah kontrakan Rony.

Lainnya memilih tinggal bersama orangtua. Mereka senang dicarikan sekolah dan menerima bantuan rutin untuk bersekolah.

“Harapan kami, anak-anak ini bisa bersekolah sampai perguruan tinggi,” tuturnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved