Hari Buruh
Dialog Jumat Diganti Sambutan Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul
Tidak boleh saling merugikan. Antara pekerja dan pengusaha, pekerja dan pemerintah dan sebagainya.
Penulis: M Taufik | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Acara dialog Jumat seperti yang biasa dilaksanakan di Masjid Al Akbar Surabaya setelah shalat Jumat ditiadakan, dan diganti dengan sambutan Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf yang ikut Salat Jumat di sana bersama seratus ribu buruh.
Dalam sambutannya Gus Ipul, panggilan Syaifullah Yusuf, menyampaikan bahwa bekerja itu adalah ibadah. "Dan yang bekerja bukan hanya kita, para nabi juga semua bekerja," ujar Gus Ipul.
"Kalo bekerja ditempatkan dalam konteks ibadah, semua akan dicatat menjadi amal soleh oleh Allah. Dan pekerja atau pengusaha yang memenuhi hak dan kewajibannya, sebagaimana sabda Rosulullah, bakal duluan masuk surga," sambungnya.
Tapi sebaliknya, pekerja dan pengusaha yang tidak melaksanakan haknya bakal dilaknat Allah. Dan jaminannya jelas, masuk neraka.
"Tidak boleh saling merugikan. Antara pekerja dan pengusaha, pekerja dan pemerintah dan sebagainya. Semua harus saling menghormati demi kebaikan bersama," lanjut Wakil Gubernur.
Tentang aksi para buruh pada May Day kali ini, Gus Ipul berpesan agar semua pihak menjaga diri. Jangan sampai dalam menyampaikan aspirasinya mengganggu atau merugikan pihak lain.
"Saya gembira, para buruh sudah melakukan sesuatu yang baik. Dan semua harus terus dijaga demi kebaikan bersama. Pengusaha bisa menjalankan usahanya dengan baik dan para buruh juga mendapat haknya dengan baik," paparnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/0105buruh-jumatan2_20150501_125850.jpg)