Kereta Api

Calon Penumpang Membeludak di Stasiun Gubeng Surabaya

#SURABAYA - Mayoritas calon penumpang berdiri di loket penjualan tiket. Kursi yang tersedia tidak sebanding dengan calon penumpang yang datang.

Penulis: Zainuddin | Editor: Yuli
surya/ahmad amru muis
Antrean calon penumpang yang memesan tiket kereta api di Stasiun Gubeng, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kereta Api (KA) masih menjadi moda transportasi alternatif. Calon penumpang yang ingin pergi ke luar Surabaya memadati Stasiun Gubeng, Jumat (1/5/2015).

Pengamatan reporter SURYA.co.id, mayoritas calon penumpang berdiri di dalam loket penjualan tiket. Kursi yang tersedia tidak sebanding dengan calon penumpang yang datang.

Sementara itu di luar stasiun juga dipenuhi penumpang yang baru turun dari KA. Mereka duduk di lantai sambil penunggu penjemput.

Seorang calon penumpang, Ramadian mengaku sudah memprediksikan penumpang kereta akan membludak. Saat tiba di Stasiun Gubeng, dia melihat calon penumpang sudah berjubel. Beruntung dia sudah memiliki tiket untuk pergi ke Purwokerto.

Mahasiswa Universitas Sudirman (Unsud) Purwokerto ini baru saja mengunjungi saudaranya di Malang sejak empat hari lalu.

Sebelum berangkat ke Malang, pemuda yang akrab disapa Rama ini sudah membeli tiket untuk berangkat dan pulang. Awalnya dia ingin naik KA Matarmaja jurusan Malang-Jakarta.

“Tapi KA Matarmaja kuotanya sudah habis. Makanya saya naik KA Gaya Baru Malam (GBM),” kata Rama.

Rama mengakui naik KA GBM kurang efisien. Bila bisa mendapat KA Matarmaja, Rama bisa naik KA dari Stasiun Malang Kota.

Rama harus naik bus ke Surabaya agar bisa naik KA GBM. Tapi Rama tidak mempermasalahkan harus naik bus ke Surabaya.

“Harga tiketnya normal, yaitu Rp 110.000. Hanya menambah ongkos naik bus,” tambahnya.

Berbeda dengan Rama, Izzu Ar-Rifki tidak memesan tiket saat tiba di Stasiun Gubeng. Dia akan pergi ke Bogor bersama lima orang temannya.

Tapi Izzu tidak khawatir akan kehabisan tiket. Makanya dia datang ke Stasiun Gubeng sejam menjelang keberangkatan.

“Saya malah khawatirnya macet di Pasuruan karena demo buruh. Makanya saya berangkat ke Surabaya pada Kamis (30/4/2015),” kata pemuda asal Lumajang ini.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved