Breaking News:

Eksklusif Ironi Hari Pendidikan

Ditanya Nama Presiden RI, Bocah-bocah Ini Serempak Jawab Presiden Djalal

Satu lagi yang membuat Asrotul kala itu terpana, yakni ternyata bocah-bocah itu tidak tahu nama Presiden RI.

surya/eben haezer panca
Surau di Pondok Pesantren an-Nibros di Dusun Mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Sabtu (25/4/2015). Selain sebagai tempat ibadah, surau ini juga menjadi tempat belajar anak-anak dusun setempat. 

Saat ditanya nama presiden, mereka menjawab MZA Djalal (Bupati Jember). Begitu pula ketika ditanya nama ibu kota Indonesia, sebagian bocah itu menjawabnya, Ibu Megawati.

“Kalau didengar jawabannya sih lucu, tapi ini benar-benar memprihatinkan,” kata Asrotul.

Keprihatinan itu pula yang menyemangati Asrotul dan teman-teman dari YPSM untuk rela pontang-panting menuju dusun terisolir itu saban hari sejak setahun lalu.

Itupun, tidak semua anak tertarik ikut program bimbingan belajar. Sebagian anak putus sekolah sudah telanjur menikmati tradisi alamiyah. Bekerja di ladang atau membantu orangtua.

Hafid (14) dan tiga saudaranya termasuk anak yang tidak mau ikut kegiatan belajar mengajar. Meski tinggal tidak jauh dari pi surau Ponpes An-Nibros.

Ponpes An-Nibros ini, mereka sehari-hari menghabiskan waktu membantu kedua orangtuanya merawat tanaman cabe di kebun.

Kenapa tidak ikut belajar? “Tidak apa-apa,” jawab Hafid singkat.

Ia lebih banyak diam dan menggeleng saat saat Surya menemuinya. Demikian pula dua adik perempuannya, Musyarofah dan Mughfirah.

“Nggak mau sekolah,” kata Mughfirah, bungsu dari empat bersaudara itu.

Baca juga : LIPUTAN EKSKLUSIF IRONI HARI PENDIDIKAN


Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA


Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved