Breaking News:

Eksklusif Ironi Hari Pendidikan

Ditanya Nama Presiden RI, Bocah-bocah Ini Serempak Jawab Presiden Djalal

Satu lagi yang membuat Asrotul kala itu terpana, yakni ternyata bocah-bocah itu tidak tahu nama Presiden RI.

surya/eben haezer panca
Surau di Pondok Pesantren an-Nibros di Dusun Mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Sabtu (25/4/2015). Selain sebagai tempat ibadah, surau ini juga menjadi tempat belajar anak-anak dusun setempat. 

SURYA.co.id | JEMBER - Warga dusun di tepi Kota Jember itu mayoritas buta aksara. Anak-anak mereka sebagian besar juga tak tamat SD.

Kini, harapan mereka bergantung pada kegiatan belajar di teras surau kecil.

Anak-anak itu bergerombol di teras surau kecil milik An-Nibros, pondok pesantren sederhana di Dusun Mojan, Desa Bintoro, Kecamatan Patrang, Jember.

Pagi itu, mereka menunggu rombongan remaja dari YPSM (Yayasan Prakarsa Swadaya Masyarakat).

Remaja yang umumnya mahasiswa itu selama setahun terakhir aktif mengunjungi mereka. Mereka menjadi teman sekaligus guru bagi anak-anak dusun terisolir itu.

BACA JUGA » Terabas Lumpur Tiap Hari Demi Mengajar Gratis di Dusun Terpencil

Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan itu muncul. Anak-anak di teras surau terlihat sumringah menyambut. Lonceng, dari potongan besi yang dipukul memakai batu kali, pun berbunyi.

Satu per satu anak-anak itu kemudian masuk surau. “Ayo, sekarang berkumpul sesuai kelas masing-masing,“ pinta Asrotul Hikmah, relawan YPSM.

Kelas yang dimaksud Asrotul Hikmah itu bukanlah ruang kelas. Istilah kelas digunakan untuk menyebut kelompok.

Ada enam kelompok dan masing-masing bergegas menuju surau. Dua kelompok menempati ruang dalam, satu di teras samping dan tiga lainnya di teras depan surau.

Halaman
123
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved