Breaking News:

Eksklusif Ironi Hari Pendidikan

Banyak Warganya Yang Buta Huruf, Ini Alasan Pejabat Dinas Pendidikan Jember

Ia mengaku belum tahu detail potret pendidikan di Mojan dan Sumbercandik.

surya/eben haezer panca
Anak-anak Lingkungan Mojan, Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, belajar di teras surau Ponpes An-Nibros, Sabtu (25/4/2015), di bawah bimbingan aktivis Yayasan Prakarsa Swadaya Masyarakat (YPSM). 

SURYA.co.id | JEMBER - Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Subadri Habib belum banyak komentar. Ia mengaku belum tahu detail potret pendidikan di Mojan dan Sumbercandik.

"Pasti sudah ada pemetaan dan solusi,” tuturnya.

Yang jelas, lanjut Badri, setiap bulan ada evaluasi pendidikan di Kabupaten Jember.

Evaluasi itu antara lain terkait angka drop out atau anak usia sekolah yang tidak menuntaskan pendidikan dasar 12 tahun.

“Setiap bulan ada evaluasi, seperti untuk mengetahui angka drop out,” ujarnya kepada Surya, Rabu (29/4/2015).

Anak-anak usia sekolah yang drop out di tingkat SD bisa mengikuti kejar paket di lokasi terdekat.

Bagi yang lulus SD, namun ingin melanjutkan ke SMP, bisa masuk SMP satu atap yang diklaim Badri juga berada di lokasi terpencil.

Menurut Badri, ada sejumlah faktor anak usia sekolah di Jember yang sulit mengakses pendidikan karena antara lain faktor medan/jalur transportasi, tingkat ekonomi, dan kultural masyarakat.

Namun, terkait sulitnya medan, Badri menampiknya. "Bisa jadi, kalau lewat jalur normal, memang jauh dari sekolah. Namun, warga kan selalu mengetahui jalan pintas. Sekarang ini tidak ada yang sulit untuk medan. Bahkan, SD juga ada yang kurang murid,” ujar Badri. (Eben Haezer Panca/Sri Wahyunik)

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA


Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved