Selasa, 7 April 2026

Berita Malang Raya

Belum Beroperasi, Plafon IGD RSUD Kota Malang Sudah Ambrol

Molornya rencana pengoperasian RSUD Kota Malang bukan hanya karena masalah belum ketersediaan obat-obatan. Tetapi, banyak hal nonteknis.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Parmin
surya/samsul hadi
Direktur RSUD Kota Malang, Rohana menunjukkan plafon di ruang IGD rumah sakit tersebut yang ambrol, Rabu (29/4/2015). 

SURYA.co.id | MALANG – Molornya rencana pengoperasian RSUD Kota Malang bukan hanya karena masalah belum ketersediaan obat-obatan. Tetapi, banyak hal nonteknis yang belum siap sehingga pengoperasian RSUD terus tertunda.

Masalah nonteknis tersebut, antara lain, kondisi fisik bangunan, instalasi listrik, dan air rumah sakit ternyata sudah mulai rusak, terutama di bagian atap. Atap di beberapa ruangan banyak yang bocor. Bahkan ada plafon yang sudah ambrol.

Seperti terlihat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Malang, Rabu (29/4/2015).

Plafon di ruang IGD ambrol, sehingga berlubang lumayan besar sekitar 1,5 meter x 1 meter.
Plafon itu ambrol karena pipa saluran pembuangan air di lantai dua bocor. Air merembes ke plafon dan menyebabkan plafon ambrol.

Direktur RSUD Kota Malang, Rohana mengatakan plafon di ruang IGD ambrol sejak tiga pekan lalu.

Menurutnya, atap ruang IGD memang banyak yang bocor. Hal itu terlihat dari bekas tetesan air yang berada di plafon.

Selain ruang IGD, atap di ruang rawat inap pasien juga banyak yang bocor.

“Pipa saluran airnya yang bocor. Kami tahu itu setelah ruang di lantai dua, yang berada di atas ruang IGD sudah digunakan. Air dari kamar mandi dan wastafel dibuang melalui saluran pipa itu. Kalau pipanya bocor otomatis airnya merembes ke plafon,” kata Rohana.

Menurutnya, ruang IGD merupakan bangunan pertama sejak dibangun pada 2011. Wajar jika sudah banyak bangunan yang mulai rusak.

Selain itu, kata Rohana, instalasi listrik di RSUD juga belum sempurna. Saat semua lampu, peralatan medis, dan komputer dinyalakan, ternyata listriknya tidak kuat.

“Airnya juga berwarna kuning. Saat ini, kami masih menggunakan air sumur, ternyata kondisi air sumurnya jelek. Masak pelayanan air di rumah sakit jelek, pasien bisa protes,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Ribut Hariyanto mengatakan sudah meminta Sekretaris DPRD untuk membuatkan surat panggilan ke Direktur RSUD untuk melakukan pertemuan membahas rencana pengoperasian RSUD.

Komisi D ingin mendengar jawaban dari Direktur RSUD soal molornya rencana pengoperasian RSUD.

“Sampai sekarang kami belum mendapat laporan dari Sekwan soal panggilan itu,” ujarnya.

Rencana pengoperasian RSUD Kota Malang molor hampir tiga tahun. Awalnya Pemkot Malang menargetkan pengoperasian RSUD tersebut pada Juni 2012. Tetapi pembangunan fisik baru tuntas akhir 2013. Lalu Pemkot Malang menjadwalkan lagi pengoperasian RSUD pada 2014, tetapi karena tenaga dan alat kesehatan belum siap, akhirnya pengoperasian batal lagi.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved