Berita Kriminal Surabaya
Pencuri Sering Pakai Jimat Kebal Peluru, Ini Kata Kasat Reskrim
Takdir tidak dapat memastikan khasiat jimat berbentuk sabuk itu.
Penulis: Zainuddin | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Ternyata tidak semua tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang ditembak di Jalan Kenjeran dini hari tadi meninggal di lokasi.
Satu tersangka yang mengenakan jimat meninggal dalam perjalanan menuju RSUD dr Soetomo.
Unit Resmob Polrestabes Surabaya menembak dua tersangka curanmor, yaitu Udin (28) dan M Hasan (30).
Petugas menemukan jimat melilit tubuh Hasan. Diduga jimat ini menimbulkan sugesti kebal peluru terhadap tersangka.
Informasi yang dihimpun SURYA.co.id, proses kematian tersangka Hasan lebih lama dibandingkan rekannya, Udin.
Udin meninggal setelah peluru menembus dadanya. Sedangkan tersangka Hasan meninggal karena kehabisan darah dalam perjalanan menuju RS.
"Memang lokasi kematian dua tersangka ini berbeda. Kami tidak mau berspekulasi perbedaan ini karena jimat atau tidak," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete kepada SURYA.co.id, Selasa (28/4/2015).
Takdir tidak dapat memastikan khasiat jimat berbentuk sabuk itu. Menurutnya, Satreskrim sudah beberapa kali menemukan tersangka curanmor menggunakan jimat serupa.
Berdasar keterangan beberapa tersangka, jimat itu agar pembawanya kebal peluru.
Petugas juga menemukan sabu seberat satu gram di saku Hasan. Serbuk warna putih ini dikemas dalam tiga poket ukuran kecil.
Takdir tidak dapat memastikan tersangka Hasan termasuk pengedar atau hanya pemakai.
Tersangka mengendarai dua motor dalam perjalanan menuju Madura, yaitu Mio Soul nopol L 6933 HW yang baru dicuri, dan motor Vario nopol L 5074 XZ yang digunakan sebagai sarana pencurian.
Selain dua motor ini, petugas juga menyita dua ponsel, dua dompet, dua gobang, dan kunci T.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA