Sentra Kerajinan Akar Jati Erosi

Berawal dari Iseng Datangkan Omset Rp 50 Juta per Bulan

Kebangaan kami, sekarang kerajinan ini sudah bisa menciptakan lapangan kerja, kerawanan sosial (begal) sudah tidak ada.

Berawal dari Iseng Datangkan Omset Rp 50 Juta per Bulan
surya/iksan fauzi
KARAJINAN KAYU - Nur menunjukkan kayu jati yang menumpuk di rumahnya Jalan Raya Ngawi Cepu, Dusun Plumpungan, Desa Geneng, Kecamatan Marhomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Senin (27/4/2015). 

Tetangga sebelah rumah Nur, Waito malah menjual kursi berukuran besar antara Rp 4 juta hingga Rp 9 juta. Waito juga membentuk akar jati menjadi daun berukuran besar, khusus bentuk daun dijual Rp 750.000.

“Saya pernah jual barang harganya Rp 10 juta, tapi ya barangnya istimewa (bagus sekali). Waktu itu pembeli orang Indonesia saja, tapi katanya mau diekspor,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Jati Aji yang menaungi 80-an pengrajin akar jati erosi di Desa Geneng, Yuli Winarno berharap pemerintah bisa mencarikan jaringan pasar barang jadi. Selama ini, pengrajin di desa itu hanya menjual barang setengah jadi saja, jika sudah menjadi barang jadi, tentu harganya jauh lebih mahal.

“Kadang kala, pihak Dinas Perindustrian mengajak kami ikut pameran, tapi ya begitu, pernah barang jadi (sudah halus dan dipernes) kami pamerkan, tapi dimarahi oleh orang yang kulakan barang dari kami,” papar Yuli.

Meski hanya menjadi pemasok barang setengah jadi, kata Yuli, perputaran uang dari usaha kerajinan akar jati erosi oleh anggotanya sudah mencapai Rp 1,5 miliar sebulan. Nilai itu bisa disebut fantastis bagi desa yang tak memiliki potensi apa-apa dan penduduknya juga hanya bisa mencari kayu bakar sebelum menjadi pengrajin.

“Kebangaan kami, sekarang kerajinan ini sudah bisa menciptakan lapangan kerja, kerawanan sosial (begal) sudah tidak ada. Keuntungan dari hasil penjualan kerajinan digunakan anggota kami untuk kegiatan ekonomi lain,” paparnya.

Kini, upah pekerja dari pengrajin mengalahkan UMK Bojonegoro yang hanya sekitar Rp 1,3 juta. Upah pekerja untuk kuli Rp 40.000 per hari, tukang Rp 75.000 per hari. Sekarang ada sistem borongan. Orang yang menggunakan sistem borongan bisa menghasilkan Rp 250.000 per hari.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved