Samak Hadi Berjuang Tanahnya Kembali

Sertifikat Diagunkan Bank, Kredit Macet, Tetangga Kabur

Pada akhir 2004 jaminan sertifikat tanah milik Samak Hadi diserahkan ke tim lelang di Surabaya tanpa pemberitahuan kepada pemiliknya.

Sertifikat Diagunkan Bank, Kredit Macet, Tetangga Kabur
surya/sugiyono
Samak Hadi menunjukkan berkas kasus tanahnya. 

SURYA.co.id | GRESIK - Niatan baik Samak Hadi (54) untuk menolong tetangga ternyata berbuah pahit. Ini lantaran sertifikat tanah miliknya yang dipinjam Haji Abdul Halim tetangganya itu, untuk agunan di Bank, berujung gugatan di Pengadilan Negeri Gresik.

Kasus yang melilit warga Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, tersebut bermula ketika sertifikat tanah seluas sekitar 611 meter persegi miliknya dipinjam H Abdul halim alias Nur Halim guna agunan bank atas pinjaman senilai Rp 75 juta pada 2001.

Awalnya angsuran pinjaman lancar, tetapi setelah berjalan beberapa kali, kredit tersebut macet dan Nur Halim sekeluarga kabur tak jelas rimbanya.

Pada akhir 2004 jaminan sertifikat tanah milik Samak Hadi diserahkan ke tim lelang di Surabaya tanpa pemberitahuan kepada pemiliknya.

Akhirnya 23 Maret 2006, ada undangan dari panitia lelang terkait pemberitahuan lelang objek tanah agunan.

"Surat itu ternyata sudah tertanggal 28 Februari 2006 baru di tangan saya 23 Maret 2006. Seketika itu saya langsung berangkat ke Bank untuk mengikuti lelang," kata Samak Hadi.

Di bank itu Samak Hadi menolak untuk menjual tanahnya sampai akhirnya lelang dibatalkan dan perkara itu sampai ke Pengadilan Negeri (PN) Gresik dengan status kasus pedata.

Setelah beberapa kali disiangkan, PN Gresik menolak gugatan Samak Hadi dan memenangkan pihak Bank.

Samak Hadi berupaya banding di Pengadilan Tinggi, Surabaya atas vonis PN Gresik.

"Di PT diterima, tapi dikalahkan," Samak Hadi.

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved