Berita Situbondo
Baru Dilaunching, Batu Akik asal Situbondo Laris Manis, Apa Rahasianya?
Eko menjelaskan, kekesaran batu pirus hitam berada di bawah 5 skala mohc yang setingkat dengan pirus sejenis batu giok.
Penulis: Izi Hartono | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SITUBONDO - Meski baru di-launching, batu akik asli Situbondo banyak diminati. Akik pirus hitam yang memiliki corak hitam dan warna bintik bintik putih, dengan cepat menyebar di kalangan pecinta batu.
Harganya pun cukup bersaing dengan batu akik yang sudah memiliki nama.
Selain itu, batu yang juga disebut black zesper kalseloni ini memiliki berbagai macam gambar, seperti halnya gambar kotak-kotak, segitiga, dan yang saat ini paling banyak adalah bintik-bintik hitam seperti sisik naga, dengan warna dasar putih tulang.
Salah seorang pecinta batu asal Situbondo, Eko Kintoko, mengatakan, keunggulan yang dimiliki pirus hitam tidak hanya sekedar dari corak dan warnanya yang hitam mengkilap, tetapi tentur serat batu tak kalah dengan batu mulia yang sudah terkenal.
“Kalau dibandingkan, batu Situbondo pirus hitam sejenis dengan giok,” katanya.
Eko menjelaskan, kekesaran batu pirus hitam berada di bawah 5 skala mohc yang setingkat dengan pirus sejenis batu giok.
“Kategori batu pirus hitam ini masuk batu kalsedon,” terang Eko saat berada di pameran, di Pasar Seni dan Pusat Oleh-oleh Situbondo.
H Afandi koordinator pameran mengatakan, harga pirus hitam terus membaik dan meningkat. Dua hari pasca-launching, pirus hitam telah menembus harga Rp 2 juta.
“Yang satunya sudah ditawar sebesar Rp 2,5 juta, tapi belum diberikan," katanya tersenyum.
Batu pirus hitam tidak hanya diminati warga lokal, banyak pencinta batu dari luar kabupaten dan Propinsi tertarik batu ini, misalnya, Jember, Bali, Bondowoso, Banyuwangi, dan Aceh.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pirusakik-asal-situbondo_20150426_203806.jpg)