Keracunan Massal di Malang
Melihat dari Dekat Kantor Katering Pemicu Keracunan Puluhan Kades
#MALANG - Beberapa wartawan mendatangi alamat UD Amalia di Jl Sigura-gura Gang 5 Nomor 30, Kelurahan Sumbersasi, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Yuli
SURYA.co.id | MALANG - Penyidik Satreskrim Polres Malang Kota sudah meminta keterangan ke pegawai UD Amalia, usaha jasa katering penyedia makanan yang diduga memicu kerasunan massal kepala desa di Balai Diklat Jl Kawi, Kota Malang.
Pihak katering terkesan tertutup saat dikonfirmasi wartawan soal itu, Jumat (24/4/2015).
Beberapa wartawan mendatangi alamat UD Amalia di Jl Sigura-gura Gang 5 Nomor 30, Kelurahan Sumbersasi, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Situasi UD Amalia tampak sepi dan pintu pagarnya tertutup rapat. UD Amalia dikelilingi pagar besi lumayan tinggi.
Sempat terlihat mobil boks keluar dari kantor UD Amalia. Tetapi tidak ada satu orang pun keluar saat wartawan mengetuk pintu pagar kantor itu.
Di depan kantor UD Amalia terdapat rumah pimilik katering. Pagar rumah itu juga tertutup rapat. Rumah pemilik katering UD Amalia juga digunakan untuk tempat kos para mahasiswa. Pemilik rumah juga tidak keluar saat pintu diketuk.
Seorang mahasiswa yang indekos di tempat itu, Aryo mengatakan sudah lama aktivitas memasak katering UD Amalia pindah dari tempat itu.
Proses memasak UD Amalia sekarang di Jl Bendungan Wadas Lintang Nomor 25 Kota Malang. "Dulu memasaknya di sini, tapi sudah setahun ini pindah ke tempat lain," katanya.
Lalu, beberapa awak media mendatangi alamat tempat memasak UD Amalia di Jl Bendungan Widas Lintang Nomor 25.
Hanya ada seorang pembantu bernama Wiji, di rumah yang digunakan sebagai tempat memasak katering UD Amalia.
Pembantu tersebut tidak berani memberikan keterangan secara rinci soal kasus keracunan para kepala desa peserta diklat.
Tetapi, pembantu itu membenarkan bahwa katering UD Amalia yang memasok makanan untuk para kades peserta diklat.
"Saya dipesani sama ibu, kalau ada wartawan yang konfirmasi soal kasus itu, disuruh langsung ke ibu. Sekarang ibu tidak ada di rumah," katanya.
Menurutnya, kegiatan memasak UD Amelia untuk sementar memang dipindah ke rumah itu. Sebab, saat ini, kantor UD Amalia di Jl Sigura-gura sedang renovasi.
"Selama proses renovasi, masaknya di sini. Jumlah karyawan di sini ada 10 orang. Sudah ya mas, kalau mau tanya-tanya lebih langsung ke ibu," ujar Wiji sambil menutup pintu pagar rumah.
Sebelumnya diberitakan, sekitar 44 kepala desa dari 240 kepala desa yang mengikuti pelatihan kilat di Balai Diklat Jawa Timur, Jl Kawi, Kota Malang, mengalami keracunan, Rabu (22/4/2015).
Mereka merasa mual, pusing, dan gatal-gatal setelah menyantap makanan yang disediakan panitia. Makanan dari panitia itu dipesan dari katering UD Amalia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/puluhan-kades-keracunan-saat-diklat-di-malang-amalia_20150424_163611.jpg)