Rabu, 8 April 2026

Berita Wisata Malang Raya

Ada 200 Jip Resmi dari Malang Menuju Bromo, Tengger dan Semeru

Bupati Malang, Rendra Kresna meminta kepada paguyupan jip untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, termasuk tidak membawa penumpang berlebihan.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Parmin
surya/sylvianita widyawati
Bupati Rendra Krisna secara simbolis menempel stiker pada mobil Jip angkutan wisata, Kamis (23/4/2015). 

SURYA.co.id | MALANG - Jip khusus angkutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini diberi nomer lambung. Penyematan simbolis stiker nomer lambung dilakukan Rendra Kresna, Bupati Malang di Rest Area Gubuk Klakah, Kamis (23/4/2015).

Dengan begitu, yang biasa masuk di areal TNBTS, khususnya lautan Pasir Bromo hanya jip yang memiliki nomer lambung.

Monopoli itu, menurut Arip Risdianto yang juga ketua Paguyupan Jeep Bromo Tengger Semeru Trans 4 x 4, untuk pemberdayaan masyarakat setempat. Sehingga penumpang yang ingin ke lokasi Bromo, harus berganti jip paguyupan.

"Ada di dua titik, yaitu di rest area Gubuk Klakah dan di Desa Ngadas," ungkap Arip.

Namun lanjutnya, juga bisa dilakukan penjemputan dari Malang. Jumlah jip sebanyak 200 unit dengan 225 pengemudi. Mereka berasal dari dua kecamatan yaitu Tumpang dan Poncokusumo dan tersebar dari 15 desa. "Kami ada sejak 1997," ungkapnya.

Untuk pengantaran wisatawan, paguyupan berbekal dari SK Kepala Balai Besar TNBTS No 88/21.BT.1/2012 tentang pengaturan kendaraan transportasi kawasan TNBTS.

Menurutnya, dengan diberi stiker nomer lambung, maka bisa dibedakan mana mobil jip anggota paguyupan dan bukan.

Bupati Malang, Rendra Kresna meminta kepada paguyupan jip untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, termasuk tidak membawa penumpang secara berlebihan di jip.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved