Kapolda Jatim Bakal Tindak Tegas Buruh yang Lakukan Sweeping
“Sweeping termasuk pelanggaran. Masyarakat tidak boleh melakukan tindakan hukum, kecuali petugas hukum
Penulis: M Taufik | Editor: Yoni
SURYA.co.id|SURABAYA – Peringatan bagi para buruh yang biasa melakukan sweeping ke pabrik-pabrik saat menggelar demo pada peringatan Hari Buruh.
Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf bakal menindak tegas buruh yang melakkukan sweeping pada May Day nanti.
“Sweeping termasuk pelanggaran. Masyarakat tidak boleh melakukan tindakan hukum, kecuali petugas hukum. Jika tetap dilakukan, kami akan mengambil tindakan tegas,” kata Kapolda Anas Yusuf, Kamis (23/4/2015).
Menurut Anas, menyuarakan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga masyarakat.
Tapi, hak itu juga harus diimbangi dengan kewajiban-kewajiban yang ada.
Seperti melapor ke petugas kepolisian, menghormati kepentingan public, dan sebagainya.
“Karena itu, kami mengimbau agar masyarakat tidak melakukan apa yang bukan otoritasnya. Sweping itu dilarang. Jika dilakukan, polisi akan melakukan tindakan. Mulai tindakan soft sampai tindakan tegas dan terukur,” tegasnya.
Dijelaskan, intelijen kepolisian sudah berjalan dan sudah melakukan mapping terhadap rencana kegiatan demo buruh yang tinggal beberapa hari lagi.
Polda Jatim bakal all out untuk melakukan pengamanan. Mulai mengawal buruh yang menggelar demo, serta mengamankan obyek-obyek vital di Jatim.
“Kami sudah temui beberapa serikat pekerja. Mereka kami ajak untuk ikut menciptakan suasana Jawa Timur yang kondusif. Polri akan mendukung dan mengamankankan kegiatannya,” sambung Anas.
Diharap, massa yang hendak menggelar demo untuk memberitahukan kegiatan ke polisi.
Kemudian, setiap 100 orang pendemo, diharapkan ada 1 sampai 5 orang yang menjadi korlapnya. Serta, menyampaikan titik-titik kumpul, jalur yang akan dilewati dan tempat demonstrasi.
Kapolda juga sudah memerintahkan semua Kapolres jajaran untuk mengimbau massa buruh di daerahnya masing-masing. Agar, mereka menggelar demo di wilayahnya sendiri-sendiri, tanpa harus berkumpul semua di Surabaya.
Terutama, daerah-daerah yang punya banyak pabrik, seperti Pasuruan, Mojokerto, Gresik dan sebagainya.
“Kalau semua berkumpul di Surabaya, jelas akan mengganggu kepentingan warga lain. Karena itu, kami mengimbau agar buruh berdemo di daerahnya masing-masing. Kami akan ikut mendukung dan mengamankan penuh kegiatannya,” pungkasnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kapolda-jatim-lek_20150423_144416.jpg)