Peristiwa Surabaya
Penyesalan Istri Pengacara Jatuh dari Lantai 5 Mall di Surabaya
Pengacara malang ini tidak pernah menuntut bayaran uang dari kliennya. Seringkali orang-orang yang pernah dia bela ke rumah membawa tanda terima kasih
Penulis: Satria Akbar Sigit | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Lely Vinilestari sangat kaget ketika polisi ke rumahnya. "Sekitar jam 22.00 WIB, pintu rumah diketuk oleh polisi, dia memberi tahu bahwa suami saya meninggal dunia karena jatuh dari lantai lima," tuturnya kepada SURYA.co.id, Selasa (21/4/2015).
Lely adalah istri Hariyanto, pengacara prodeo yang terjatuh dari lantai 5 Tunjungan Plasa, Surabaya.
Lely tidak menduga, suaminya yang keluar rumah sejak siang hari untuk menemui rekan kerjanya tidak akan kembali lagi.
"Bapak keluar rumah sejak jam 12.00 untuk menemui Ali Waluyo. Dia keluar rumah naik sepeda motor sendirian," tuturnya. Suara masih serak. Lely nampak sedih. Matanya sembab dan wajahnya memerah.
"Kata polisi, dia sebelum meninggal dunia menyebut-sebut nama saya. Tapi saya tidak sedang berada di sisinya saat itu," sesalnya.
Ia mengatakan, pada saat itu sang suami keluar rumah tanpa membawa telepon genggam. Ia tidak tahu keberadaan sang suami dan bagaimana kabarnya.
Padahal, kondisi Hariyanto sejak enam bulan lalu cukup mengkhawatirkan, karena penyakit diabetes yang ia derita. Hariyanto bahkan sudah tidak lagi bekerja sejak enam bulan lalu karena penyakitnya.
Hariyanto kini meninggalkan Lely dan dua anaknya yang masih sekolah di bangku SMP dan SD kelas 5. Selama ini, ia dikenal sebagai seorang pengacara yang suka membela kaum yang lemah.
"Dia tidak pernah menuntut bayaran uang dari kliennya. Seringkali orang-orang yang pernah dia bela datang ke rumah membawa tanda terima kasih, seperti pisang, makanan, dan berbagai macam lainnya," tutur Sulistyowati, kerabat Lely.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/2104hariyanto-advokat_20150421_132623.jpg)