Berita Malang Raya

Masyaallah, Rukkoyah Diperkosa dan Dibunuh Tetangga Sendiri

Korban sempat berteriak-teriak minta tolong sebelum dibunuh. Tapi karena disana sepi, tak ada yang mendengar teriakannya.

Masyaallah, Rukkoyah Diperkosa dan Dibunuh Tetangga Sendiri
surya/sylvianita widyawati
PEMBUNUH KEJAM - Bendel, pelaku pembunuhan terhadap Rokkayah, warga Desa Undaan, Turen, berhasil ditangkap polisi, Minggu (19/4/2015). 

SURYA.CO.ID | MALANG - Pelaku pembunuhan terhadap Rukkoyah (29), ibu satu anak warga Desa Undaan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, ternyata M Dani Prasetiawan (27) alias Bendel, tetangga korban sendiri dan telah ditangkap polisi, Minggu (19/4/2015).

Rukkoyah ditemukan tewas pukul 19.00 WIB, Minggu (22/3/2015), di sebuah bekas kolam ikan. Saat ditemukan, Rukkoyah memakai kaos atas, tanpa memakai CD, perhiasan emas berupa anting dan cincin hilang. Di bagian tubuhnya ditemukan luka dan memar.

Setelah kejadian itu, Bendel pulang ke rumahnya untuk ganti baju. Selanjutnya melarikan diri ke Dampit dan tidur di sebuah tempat tambal ban di timur Pasar Dampit. Keesokan harinya, setelah menjual perhiasan korban di Pasar Dampit senilai Rp 400.000, Bendel melarikan diri ke Surabaya.

"Saya bekerja sebagai buruh cuci motor di by pass Krian selama tiga minggu," ungkap Bendel di Polres Malang yang mengaku juga setelah itu pulang ke Turen dengan asumsi kasus itu sudah dilupakan orang.

Menurut Bendel, awalnya ia tak ada niat membunuh ibu satu anak itu karena hanya mengincar emas perhiasannya. "Saya duluan yang datang ke kali untuk mandi sekitar pukul 15.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB," ujar Bendel yang tidak mengenal pribadi korban.

Ketika korban mau balik ke rumahnya dari belik, pelaku yang membuntuti dari belakang langsung membekapnya. Lokasi saat itu sedang sepi dan hujan gerimis. Korban dibopong ke dekat bekas kolam ikan yang berjarak kira-kira 100 meter dari belik tempat biasa korban mandi dan mencuci baju.

Korban kemudian diperkosanya dan diambil perhiasannya. "Karena takut diketahui, saya membunuhnya," katanya.

Korban sempat berteriak-teriak minta tolong sebelum dibunuh. Tapi karena disana sepi, tak ada yang mendengar teriakannya. Korban dibawa pelaku ke bekas kolam itu dan dicekik serta dimasukkan kolam berlumpur. "Kepalanya saya tekan ke lumpur. Dia kondisi pingsan. Saya tekan selama satu jam," jelasnya.

Setelah terlihat meninggal, korban ditinggal dan pelaku langsung pulang ke rumahnya yang tak jauh dari TKP. "Saya juga kurang suka dengan suaminya yang berlagak," tambahnya.

Barang bukti yang disita polisi adalah payung pink motif bunga yang dipakai korban saat pergi mandi dan mencuri karena sedang hujan. Juga ember isi cucian pakaian, gayung buat mandi di belik, handuk, BH warna hitam, kaos biru yang dipakai membekap dan pakaian hasil penjualan emas perhiasan korban.

"Uangnya dibelikan jaket dan kaos. Pelaku melakukan pembunuhan, perkosaan, pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya seumur hidup," ungkap AKP Wahyu Hidayat, Kasat Reskrim Polres Malang.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Tags
pembunuh
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved