Balapan Renang Memakan Dua Korban Tewas
Karena kondisi Embung Kuniran cukup dalam, peristiwa dua orang tenggelam ini dilaporkan ke Desa dan Polsek Sine.
Penulis: Sudarmawan | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA.CO.ID | NGAWI - Dua orang yang masih ada ikakatan keluarga tewas tenggelam di dalam Embung Kuniran di Dusun Krajan, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, saat mengikuti lomba renang antar teman, Minggu (19/4/2015) petang.
Kedua korban tewas adalah Alfin (15) yang masih duduk dibangku kelas 9 salah satu SMP di Kecamatan Sine dan Warsono (25), sedangkan korban selamat adalah Eko Purwanto (24), ketiganya warga Dusun Gedangan, Desa/Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.
Kedua korban diduga mengalami kram saat berenang di dalam embung berkedalaman sekitar 25 meter itu. Sedangkan seorang lagi selamat dan berusaha meminta tolong warga sekitar untuk menolong kedua rekannya yang tenggelam.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, awalnya ketiganya memancing di Embung Kuniran sejak pukul 15.00 WIB. Diduga untuk menghilangkan jemu dua korban sepakat untuk lomba renang. Sedangkan saksi Eko Purwanto hanya melihat di tepian embung berkedalaman 25 meter itu.
Akan tetapi, saat ditunggu lebih dari setengah jam, kedua korban tak kunjung muncul dari dalam air embung. Sontak kondisi ini mendorong saksi untuk berteriak dan lari-lari mencari pertolongan warga sekitar.
Karena kondisi Embung Kuniran cukup dalam, peristiwa dua orang tenggelam ini dilaporkan ke Desa dan Polsek Sine. Kemudian, petugas SAR datang ke lokasi untuk mencari para korban.
"Saksi yang sebelumnya ikut mancing, Eko Purwanto langsung meminta pertolongan warga sekitar melihat dua rekannya yang berenang tak muncul-muncul dari permukaan air embung itu," terang Suparman (45) warga sekitar yang ikut mengevakuasi korban kepada Surya, Minggu (19/4/2015).
Sementara Kepala Desa (Kades) Kuniran, Heri Sugiyanto yang ikut menyaksikan proses pencarian dan evakuasi para korban itu menegaskan, warga langsung mencari para korban tetapi karena kondisinya cukup dalam warga meminta bantuan tim SAR.
Korban ditemukan kali pertama Alfin paska satu setengah jam dalam proses pencarian. Selanjutnya, 30 menit kemudian jenazah Warsono juga ditemukan. Keduanya saat ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa dan kaku.
"Kedua korban meninggal memang masih ada hubungan keluarga. Satu masih kelas 9 SMP dan satu sudah berkeluarga," ungkapnya.
Selain itu, Heri memastikan kedua korban masuk ke dalam embung bukan disebabkan terpereset atau tergelincir. Akan tetapi keduanya masuk ke dalam embung itu memang sengaja untuk berenang. "Keduanya bisa berenang, kemungkinan besar kram saat berenang itu," tegasnya.
Kapolsek Sine AKP Jumadi menegaskan, kedua korban tewas karena balapan renang di Embung Kuniran. Paska otopsi jenazah kedua korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.
"Dugaan sementara korban tenggelam karena kram, wong keduanya berdasarkan keterangan saksi hendak balapan renang tapi kemudian tak muncul-muncul ke permukaan hingga saksi meminta tolong warga itu. Kedua jenazah sudah diserahkan keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA