Kejaksaan Tinggi Jatim

Awasi Semua Jaksa se-Jatim Khusus Kamis dan Jumat

“Ini berlaku untuk semua, termasuk para Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri). Bahkan, juga berlaku untuk saya sendiri,” kata Kajati Jatim.

Awasi Semua Jaksa se-Jatim Khusus Kamis dan Jumat
SURYA.co.id - Muhammad Taufik
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Elvis Johnny. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Pengawasan terhadap kinerja jaksa di Jawa Timur semakin ketat. Khususnya, saat jam kerja pada hari Kamis dan Jumat.

Selain untuk penertiban, pengetatan ini dilakukan agar tidak ada jaksa yang rumahnya jauh dari kantor pulang lebih dulu sebelum hari libur.

“Ini berlaku untuk semua, termasuk para Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri). Bahkan, juga berlaku untuk saya sendiri,” tegas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Elvis Johnny, Jumat (17/4/2015).

Untuk staf atau pegawai kejaksaan negeri, harus izin ke Kajarinya terlebih dulu kalau mau meninggalkan kantor. Demikian halnya untuk Kajari yang meninggalkan jam dinas, harus minta izin terlebih dulu ke Kajati.

“Dan bagi saya, kalau mau meninggalkan dinas atau keluar kantor, harus izin ke Kajagung (Kepala Kejaksaan Agung) terlebih dulu,” sambung Elvis saat ditemui usai salat Jumat.

Selama ini, ujar Johnny, setiap kali hendak ke luar kota selau mengirim surat ke Kajagung terlebih dulu.

“Bahkan, kalau saya ada acara di luar kota pada hari Sabtu dan Minggu, saya berkirim surat ke Kajagung. Menyampaikan bahwa hari Sabtu dan Minggu saya tidak ada di tempat dinas (di Surabaya),” paparnya.

Dengan adanya penertiban ini, masyarakat bisa tetap mendapat pelayanan maksimal pada hari-hari menjelang libur. Sebab, tidak ada lagi pegawai kejaksaan yang kabur atau meninggalkan dinasnya menjelang week end.

Bagi jaksa atau pegawai kejaksaan yang melanggar atau ketahuan mangkir dari dinas pada hari Kamis dan Jumat, bakal langsung berhadapan dengan Aswas (Asisten Pengawasan).

Mereka pun bakal dikenai sanksi atas pelanggarannya itu.

“Seberapa berat sanksinya, disesuaikan dengan prosedur yang ada. Yang jelas, jika ada jaksa atau pegawai melanggar, pasti disanksi,” janji mantan Kajari Jember ini.

Selain pengawasan oleh Kejati Jatim, masing-masing Kejari juga diminta untuk melakukan pengawasan kepada jaksa dan pegawainya. Sistem pengawasan di masing-masing Kejari itu, juga terus dipantau oleh Aswas Kejati Jatim.

Penulis: M Taufik
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved