Diskusi Persebaya Berakhir Ricuh
Pasca Penyerangan Ormas, Kru Televisi Swasta Itu Masih Shock
Siang ini, manajemen SBO TV akan menggelar pertemuan untuk menentukan langkah terkait peristiwa penyerangan kemarin.
Penulis: M Taufik | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Manajemen SBO TV mengaku sangat menyesalkan peristiwa penyerangan kantor mereka, Kamis (16/4/2015) malam.
Bukan hanya kerugian materiil, sampai Jumat (17/4/2015) siang ini, kru stasiun televisi lokal Surabaya itu masih shock.
"Kami sudah melaporkan peristiwa itu ke Polda Jatim. Sejumlah bukti, termasuk rekaman aksi anarkis di tempat kami juga sudah kami serahkan ke penyidik Polda Jatim," kata Yusuf Bachtiar, News Produser SBO TV, Jumat (17/4/2015) siang.
Dalam laporannya, ada enam orang yang menjadi terlapor. Yakni para lelaki yang bertindak anarkis dan terekam kamera.
"Mereka seperti preman. Menyerang narasumber dan merusak properti saat acara dialog yang disiarkan secara live sedang berlangsung," uangkap Yusuf.
Masih kata Yusuf, orang-orang yang menyerang itu sempat memukul narasumber, kemudian mengancam kru SBO dan memaksa siaran live dihentikan sebelum waktunya.
"Sampai sekarang, kru kami masih shock berat atas peristiwa itu," keluhnya.
Yusuf merasa, penyerangan ini bukan sekedar tindakan premanisme. Tapi, juga jelas-jelas telah melecehkan media. "Khususnya SBO TV," tandasnya.
Siang ini, manajemen SBO TV akan menggelar pertemuan untuk menentukan langkah terkait peristiwa penyerangan kemarin.
Selain melapor ke polisi, mereka juga bakal mengadukan persoalan ini ke dewan pers dan sejumlah instansi lain.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/polisi-siapa-di-diskusi_20150416_224140.jpg)