Hujan 6 Jam, Tebing Lereng Lawu Longsor Hancurkan Rumah Warga
Meski tak ada korban jiwa, tetapi rumah korban rusak berat akibat longsor yang dipicu hujan tanpa henti selama enam jam itu.
Penulis: Sudarmawan | Editor: Parmin
SURYA.co.id | NGAWI - Longsor menerjang dua bangunan rumah milik Mitro (59) warga Desa Pocol, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi. Akibat longsor tebing di samping rumahnya itu, dinding bangunan rumah korban jebol.
Meski tak ada korban jiwa, tetapi rumah korban rusak berat akibat longsor yang dipicu hujan tanpa henti selama enam jam itu.
Kini, belasan sukarelawan Tagana Ngawi bersama warga berusaha membersihkan material longsor di rimah korban.
Apalagi, sejak dinding bagian samping rumah korban jebol material longsor menutup sebagian rumah korban ke ruang keluarga dan ruang tamu.
"Awalnya saya mengira suami, anak dan cucu saya tertimbun material longsor yang cukup banyak itu. Makanya saya berteriak histeris minta tolong warga sekitar dengan membunyikan kentongan," terang Sulastri, istri Mitro, Jumat (17/04/2015).
Sulastri menguungkapkan hujan tidak terlalu deras, tetapi cukup lama yakni sampai 6 jam. Kondisi ini membuat struktur tanah tebing Lereng Lawu bagian utara di samping rumahnya itu menerjang dan menjebol rumahnya.
"Saat kejadian Bapak (Mitro) bersama anak-anak dan cucu saya nonton TV, saya sendiri menyiapkan sarapan di dapur," imbuhnya.
Kepala Desa Pocol, Ny Uswatun Khasanah menegaskan longsor masih sering terjadi di lereng Gunung Lawu bagian utara, termasuk di desanya. Hanya saja sekalanya masih bersifat ringan dan sedang.
Berdasarkan datanya ada 5 desa menjadi langganan longsor di Kecamatan Sine. Di antaranya Desa Pocol, Gendol, Hargosari, Pandansari dan Desa Wonosari.
Kepala Badan Penanggulanga Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Ngawi, Eko Heru Cahyono meminta warga yang tinggal di kawasan Lereng Lawu tetap waspada bencana longsor.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA