TKI Asal Madura Dipancung di Arab Saudi
Mantan Dubes Qatar: Siti Zaenab di Penjara Mengajar Bahasa Arab
"Saya kagum pada Zaenab. Saya iri karena almarhumah hafal Alquran hingga 30 juz," kenang Wahid.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Parmin
SURYA.co.id | BANGKALAN - Sosok almarhumah Siti Zaenab di mata mantan Dubes Indonesia di Qatar Abdul Wahid Maktub sudah tidak asing lagi. Tak terhitung berapa kali pertemuan antara Wahid dengan Zaenab di dalam penjara umum di Madinah.
Wahid, begitulah ia akrab disapa, yang kini menjabat Staf Khusus Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Dikti) sengaja datang ke rumah almarhumah di Desa Martajasah, Kecamatan Kota, Kamis malam (16/4/2015).
Di hadapan putra almarhum, Syarifdin (24) dan keluarga, Wahid menceritakan kala dirinya ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai anggota Satuan Tugas (Satgas) Khusus untuk bernegosiasi dengan pemerintah Arab Saudi.
"Bolak - balik saya masuk ke penjara untuk bertemu Zaenab. Semua yang ada di sana takjub terhadap keberaniannya. Bahkan pimpinan penjara segan," tutur Wahid dengan suara berapi - api.
Ia pun heran kala itu. Siti Zaenab mendapat perlakuan istimewa dengan kamar yang sangat luas. Bukan hal yang lazim bagi penghuni penjara umum di Madinah dengan kasus pembunuhan.
Perlakuan istimewa itu menimbulkan berbagai pertanyaan dalam benaknya. Sejumlah polisi wanita penjaga penjara yang ditanya Wahid sepakat berkata, "Dia adalah perempuan terhormat".
"Saya kagum pada Zaenab. Warga Indonesia di dalam penjara menjadi guru dan mengajar Bahasa Arab. Saya iri karena almarhumah hafal Alquran hingga 30 juz," kenang Wahid.
Apa yang telah dilakukan Wahid bersama Tim Satgas ternyata di luar kehendak Allah. Hingga akhirnya, Siti Zaenab dieksekusi mati lantaran anak bungsu ahli waris korban tidak memberikan pemafaan.
"Keluarga almarhumah tengah diuji Allah. Ketika kesempurnaan seorang hamba telah mencapai puncak, maka dipanggilah dan insya Allah wafat khusnul khotimah," pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, hadir pula, Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Kementerian Tenaga Kerja Reyna Usman dan Direktur Pemasaran PT Panca Banyu Mas Sakti Ahmad Safawi yang dulu memproses keberangkatan almarhumah Siti Zaenab ke Saudi Arabia.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mantan-dubes-qatar_20150416_231004.jpg)