Minggu, 12 April 2026

Esklusif Banjir Sidoarjo

Pemkab Sidoarjo Berupaya Keruk dan Tinggikan Bibir Sungai

Upaya yang akan dilakukan pemkab adalah membuka sungai di pesisir Sidoarjo yang tertutup hutan mangrove.

surya/ahmad zaimul haq
Sungai kecil yang penuh sampah dan tak pernah dikeruk, memicu banjir di Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sampai saat ini, Pemkab Sidoarjo baru akan membuat satu boezem untuk menjawab solusi banjir.

Solusi lainnya adalah meninggikan bibir sungai besar seperti di Pagerwojo.

Untuk sementara, peninggian ini berhasil. Namun, upaya ini menimbulkan potensi banjir yang lebih besar.

“Sudah ada rencana (atasi banjir). Beberapa sudah kita jalankan,” kata Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

Selain boezem, Pemkab Sidoarjo tetap mengandalkan afvoer yang menjadi saluran utama aliran air dari daratan ke laut.

Kabupaten yang dipimpin Saiful Ilah itu memiliki sekitar 47 afvoer.

Namun dari jumlah itu, hanya lima yang terhubung langsung dengan laut. Sebagian besar lainnya terkoneksi di darat.

“Kami sudah merencanakan membeli ekskavator mini yang bisa masuk ke perkampungan warga untuk mengeruk sungai-sungai di kampung-kampung yang mengalami pendangkalan,” kata Saiful Ilah.

Perencanaan yang dibuat pemkab ditargetkan akan mengurangi wilayah banjir dan waktu genangan.

Politikus PKB ini mengatakan, dia berusaha agar air di darat bisa cepat mengalir ke laut.

Upaya yang akan dilakukan pemkab adalah membuka sungai di pesisir Sidoarjo yang tertutup hutan mangrove.

Karena masih dalam perencanaan, kondisi Sidoarjo bila hujan deras mendera dan ditambah air pasang, afvoer ini tak kuasa menampung air. Banjir pun melanda.

Apalagi, lima afvoer yang terhubung laut, seperti Sidokare, Buntung, Kali Aloo, Ngingas dan Kragan, menjadi muara dari 42 afvoer lainnya.

Afvoer sekunder ini meluap, bisa dipastikan afvoer utama meluap pula.

Belum lagi banyak afvoer yang fungsinya sudah tidak maksimal lagi. Pendangkalan dan sampah menjadi masalah tambahan.

Terkadang, kapasitas afvoer itu tak sanggup menampung debit air di musim penghujan yang rata-rata mencapai 100 meter kubik per detik.

Bandingkan dengan kapasitas afvoer yang maksimal menampung 90 meter kubik per detik. (idl/day/mif)

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA


Sumber: Surya Cetak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved