Berita Inovasi di Malang Raya

Diabetes Sembuh Berkat Kelapa, dr Zainal Membuktikannya

Dokter Zainal adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya tahun 1978. Ia menekuni dunia pertanian dan obat-obatan herbal.

Diabetes Sembuh Berkat Kelapa, dr Zainal Membuktikannya
surya/sulvi sofiana
Dokter Zainal mengampanyekan Gerakan Nasional Santan Eksklusif bersama komunitas Sahabat Kelapa. 

SURYA.co.id | MALANG - Banyak ahli kesehatan mengajurkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mengurangi konsumsi santan. Namun dr Zainal Gani Apk melihat masyarakat menjadi ‘paranoid’ dengan menjauhi kelapa olahan atau santan. Dokter berusia 69 ini justru mendorong masyarakat untuk mengonsumsi santan dengan merintis Gerakan Nasional Santan Eksklusif.

Gerakan Nasional Santan Eksklusif yang ia rintis merupakan gerakan untuk mengonsumsi santan kelapa setiap hari. Program ini ia cetuskan untuk menghapus ‘citra buruk ‘ santan kelapa di mata masyarakat.

"Saat ini ketakutan masyarakat untuk mengonsumsi santan sudah merambah di desa-desa, bahkan di pulau yang berkomoditas buah kelapa. Padahal manfaat buah kelapa sangatlah besar," jelasnya saat ditemui Surya.co.id di kediamannya, Jalan Sudimoro Kota Malang, Rabu (8/4/2015).

Zainal adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya tahun 1978. Ia menekuni dunia pertanian dan obat-obatan herbal. Belakangan ia memproduksi tiga produk herbal Virgin Coconut Oil (VCO), Lomandel untuk obat amandel, dan teh kelor.

Produk VCO-nya bahkan mendapat pengakuan dari Asian Pasific Coconut Community (APCC).

Gerakan Santan Eksklusif ini, tutur dr Zainal, menekankan bahwa santan aman dikonsumsi setiap hari.

Kandungan utama dalam kelapa adalah lemak, demikian juga santan. Namun, lemak tersebut merupakan lemak jenuh rantai sedang (Medium Chain Saturated Fatty Acid) yang sama dengan kandungan lemak dalam air susu ibu (ASI), sehingga aman dikonsumsi.

Herbalis ini menjelaskan, santan mengandung jenis lemak nabati, serta tidak mengandung kolestrol. Kandungan kolestrol ditemukan pada lemak hewani.

Menurut Zainal dengan mengonsumsi masakan kelapa dapat mengobati penyakit ringan seperti cacingan, mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti stroke, jantung koroner, diabetes, serta komplikasinya.

Untuk mengonsumsi buah kelapa dr Zainal menganjurkan dosis yang berbeda untuk berbagai umur. Di antaranya untuk dewasa yang sehat diharapkan mengonsumsi setengah butir kelapa tiap hari, anak-anak seperempat butir kelapa perhari dan balita 1/8 butir per hari.

“Untuk kondisi sakit diharapkan mengonsumsi dua kali lipat dari saat sehat,” tutur suami dr Alik Rio Yulia ini.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Tags
sehat
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved