10-20 Tahun Lagi Kita Bertemu Alien
"Kami tahu di mana mencarinya, kita tahu bagaimana untuk melihat, dan dalam kebanyakan kasus kami memiliki teknologi."
Penulis: Satwika Rumeksa | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA.co.id | SURABAYA-Ini bukan naskah film berikutnya dari Hollywood tapi berita terbaru dari para sarjana NASA.
NASA yakin bahwa kita tidak sendirian di alam semesta dan yakin akan menemukan kehidupan pada 10 sampai 20 tahun ke depan.
Berbicara pada acara panel publik di Washington, Ellen Stofan, kepala ilmuwan untuk National Aeronautics and Space Administration (NASA), mengatakan: "Saya percaya kita akan memiliki indikasi kuat kehidupan di luar Bumi dalam dekade berikutnya dan bukti definitif dalam 10 sampai 20 tahun.
"Kami tahu di mana mencarinya, kita tahu bagaimana untuk melihat, dan dalam kebanyakan kasus kami memiliki teknologi."
Jeffery Newmark, direktur interim heliophysics di lembaga tersebut menambahkan: "Ini jelas bukan jika, itu adalahkapan."
Sementara itu kosmolog dari University of Barcelona telah menerbitkan sebuah makalah yang mengklaim bahwa ketika kehidupan asing ditemukan, maka kemungkinan besar alien itu akan besar.
Fergus Simpson bergantung pada model matematika untuk menerka ukuran alien.
Dia mengklaim bahwa planet kebanyakan yang dihuni alien cenderung jauh lebih besar dari Bumi dan bahwa dunia kita tidak mewakili kehidupan secara keseluruhan.
"Kebanyakan planet yang dihuni cenderung lebih dekat dalam ukuran ke Mars dari Bumi," kata Fergus.
Karena perbedaan dalam daratan ia menyimpulkan bahwa "sebagian besar spesies cerdas ukurannya diperkirakan melebihi 300 kg."
Jadi, satu orang hijau kecil beratnya sekitar 650 pounds (350 kg) - berat rata-rata beruang kutub.
Penemuan terbaru telah ditambahkan ke spekulasi bahwa kita semakin dekat daripada sebelumnya untuk menemukan alien.
Suasana di atas es di kutub Mars pernah memiliki lautan hingga satu mil dalamnya dan air di permukaannya ada dalam jangka waktu yang panjang. Air diperkirakan ada di Mars hingga 1,2 miliar tahun sebelum menghilang.
Bulan Jupiter, Ganymede juga bisa memiliki laut besar di bawah kerak esnya.
Jim Green, direktur ilmu planet di NASA mengatakan: "Kami sekarang menyadari bahwa zona layak huni tidak hanya di sekitar bintang, mereka bisa berada di sekitar planet raksasa juga."
"Kami mencari tahu tata surya benar-benar tempat yang basah."
NASA berencana akan mengirim lebih banyak misi ke luar angkasa dan Mr Green menutup pembicaraan mengatakan. "Saya tidak tahu apa yang akan kita temukan di sana."(DS)
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bigalien_20150408_200651.jpg)