Berita Madiun

Madiun Butuh Rp 11 Miliar untuk Benahi 9 Jembatan Putus

Untuk pembangunan 9 jembatan yang ambrol diterjang banjir bandang di sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Madiun dibutuhkan anggaran besar.

Madiun Butuh Rp 11 Miliar untuk Benahi 9 Jembatan Putus
surya/sudarmawan
ILUSTRASI JEMBATAN RUSAK 

SURYA.co.id | MADIUN - Untuk pembangunan sekitar 9 unit jembatan yang ambrol diterjang banjir bandang di sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Madiun dibutuhkan anggaran Rp 10 sampai Rp 11 miliar.

Hal ini disebabkan ambrolnya jembatan yang mencapai sekitar 9 unit itu, rata-rata membutuhkan anggaran Rp 1 sampai Rp 1,5 miliar per unit jembatan yang bakal diperbaiki itu.

"Semua jembatan yang putus itu karena bencana dan umur jembatan. Artinya, bencana banjir mempercepat rusaknya jembatan. Rata-rata satu jembatan membutuhkan dana Rp 1 miliar. Jadi, untuk perbaikan 9 jembatan itu dibutuhkan dana Rp 10 sampai Rp 11 miliar," terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Pemkab Madiun, Arnowo Widjaja kepada Surya, Minggu (05/04/2015).

Kebutuhan dana yang kini masih dicarikan peluang, termasuk ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu, kata Arnowo bukan tidak masuk akal.

Alasannya, berdasarkan penganggaran 8 unit jembatan yang bakal dibangun tahun ini, termasuk Jembatan Pule, Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan yang menghubungkan Desa Sareng, Kecamatan Geger itu, dianggarkan Rp 11 miliar.

"Kalau jembatan Ketandan, masuk prioritas pembangunan. Yang belum ada dananya dan kami carikan itu Jembatan Dusun Sukorejo, Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari dan 8 unit jembatan yang putus akhir Pebruari 2015 kemarin karena banjir bandang di sejumlah lokasi," imbuhnya.

Kendati rencana pembangunan jembatan itu masih menunggu proses pelelangan, kara Arnowo akan tetapi Pemkab Madiun berusaha membangunkan jembatan darurat agar warga tak terlalu lama terisolasi dan agar secepatnay akses jalan keluar antar dusun dan antar desa normal kembali.

"Sekarang masuk tahapan pembuatan Detail Design Engginering (DED) untuk masing-masing jembatan. Nanti akan kami pecah-pecah (bagi) man yang menggunakan dana dari BNPB dan mana yang menggunakan dana APBD Pemkab Madiun atau dana lainnya. Yang jelas semakin banyak warga terisolir itu masuk skala prioritas. Seperti Jembatan Blerong, Desa Segulung, Kecamatan Dagangan yang hilang diterjang banjir bandang," imbuhnya.

Sementara untuk sejumlah desa yang jembatannya putus dan ambruk diterjang banjir, kara Arnowo diharapkan segera mengajukan proposal bantuan pembangunan jembatan ke Pemkab Madiun. Apalagi, jika desa tak memiliki anggaran untuk perbaikan jembatan itu, meski status jembatan itu sebelumnya berstatus sebagai jembatan desa.

"Kalau tak ada proposal pengajuan perbaikan, kami tak bisa membuat skala prioritasnya. Jadi yang kami bangun lebih awal itu karena sudah dalam kondisi mendesak, yang lainnya menunggu anggaran," pungkasnya.

Penulis: Sudarmawan
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved