Kamis, 9 April 2026

BBM Naik

Kota Batu Ramai Wisatawan, Sopir Angkot Cuma Dapat Kemacetan

Di Kota Batu, meski sudah jadi kota wisata, kami cuma mendapat kemacetan saja, sementara jumlah penumpang turun drastis, keluh sopir.

Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Yuli
SURYA.co.id/Iksan Fauzi
Terminal Kota Batu 

SURYA.co.id | BATU - Bagi sopir angkot jurusan Batu-Bumiaji di terminal Kota Batu, Nur Ikwan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) premium tidak masalah. Namun, masalah besar bagi para sopir angkot adalah menurunnya jumlah penumpang.

Ikwan sudah beberapa tahun ini menjadi sopir angkot. Ia mengeluhkan menurunnya jumlah penumpang, ditambah bbm naik. Kenaikan bbm itu, katanya, akan diikuti bahan kebutuhan pokok dan semakin membuat sopir Angkot menjerit.

Ikwan menceritakan, sepinya penumpang terlihat pada hari Minggu (22/3/2015) sempat antri dua jam di terminal. Setelah itu, ia mendapatkan tiga penumpang. Tak menggu angkotnya penuh penumpang, Ikwan langsung mengantar mereka, setelah itu tak kembali ke terminal.

“Penumpang lokal sudah menurun. Pasar sepi, penumpang ya menurun drastis. Di Kota Batu, meski sudah jadi kota wisata, kami cuma mendapat kemacetan saja, sementara jumlah penumpang turun drastis,” terang Ikwan tak lama setelah tiba di terminal, Sabtu (28/3).

Menurut Ikwan, pemerintah saat ini serba mendadak ketika mengeluarkan kebijakan. Seperti kebijakan menaikkan bbm saat ini, tanpa ada pengumuman dari Presiden Joko Widodo. “Klasik, pemerintahan saat ini segala sesuatunya mendadak,” keluhnya.

Hari ini, Ikwan tidak menaikkan tarif angkotnya. Tarif jurusan Batu-Bumiaji sebsar Rp 4.000 untuk penumpang umum, sedangkan penumpang siswa sekolah Rp 2.500. “Percuma juga tarif dinaikkan kalau penumpangnya sepi,” katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved