Tempo Doeloe

Kejayaan Gresik Awal Abad 20 Tercermin dari Neraca dan Stempel Tua

NERACA DAN STEMPEL TUA - Oemar Zainuddin atau Cak Noot menunjukkan koleksi neraca bikinan Tiongkok tahun 1910 dan stempel 1924.

Kejayaan Gresik Awal Abad 20 Tercermin dari Neraca dan Stempel Tua
SURYA.co.id/Moch Sugiyono
NERACA DAN STEMPEL TUA - Oemar Zainuddin atau Cak Noot menunjukkan koleksi neraca bikinan Tiongkok tahun 1910 dan stempel 1924. 

SURYA.co.id I GRESIKGresik dikenal sebagai kota perdagangan. Gresik dikenal sebagai kota saudagar dan syahbandar. Namun, banyak warga Gresik tempo doeloe enggan bekerja di pabrik dan industri. Mereka lebih suka berdikari: berdiri di atas kaki sendiri.

Sekarang, cerita itu sudah beralih 180 derajat sehingga banyak pabrik dan warga Gresik menjadi pekerja, kuli dan karyawan pabrik asing maupun lokal.

Bukti sederhana tentang kejayaan masa silam itu terlihat dari barang-barang kuno koleksi Oemar Zainuddin atau biasa yang disapa Cak Noot, warga Kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Ia punya stempel bertuliskan ‘LEDER FABRIEK TLOGOPODJOK. H.SAKDAN, GRISSEE, 1924. Pada stempel tersebut juga ada logo burung elang.

Ada juga stempel lain untuk memberi cap pada bukti surat jalan pengiriman barang sesuai pesanan dari berbagai kota di Pulau Jawa, seperti Semarang, Bojonegoro, Banyuwangi dan Jakarta.

“Pengiriman mulai dari Panarukan sampai Jakarta itu ada. Kuitansi-kuitansi pengiriman itu juga masih ada. Dan saya simpan,” imbuhnya.

Stempel tersebut untuk dicap ke kulit-kulit hewan yang akan dikirim ke pemesan, sehingga tidak sampai dipalsukan dan sebagai bukti barang tersebut asli Gresik.

“Stempel ini sebagai peninggalan sesepuh saya yang sekaligus bisa menjadi bukti bahwa di Gresik itu pernah jaya dalam berbisnis penyamakan kulit hewan. Mulai kulit kerbau, kulit buaya, kulit kuda, kulit sapi, domba, kambing dan rusa dari Pulau Bawean.

“Mungkin waktu itu belum ada larangan, dan kulit rusa masih banyak. Kulit-kulit itu dibuat macam-macam, mulai sabuk, sepatu, dompet dan tas. Kulit dari Gresik, dikirim ke beberapa daerah diantaranya ke Jakarta. Dari Jakarta baru diekspor atau dikirim kemana, Saya tidak tahu, yang jelas waktu itu sangat jaya,” katanya.

Selain stempel tua tersebut, juga ada timbangan yang beraksara China, diperkirakan sudah digunakan sejak tahun 1910.

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved