Breaking News:

Eksklusif Pasal Karet Kasus Narkoba

100.000 Pengguna Narkoba Harus Direhabilitasi Hingga Akhir 2015

"Tahun ini BNN ditarget merehabilitasi para pengguna narkoba 100.000 orang secara nasional," jelas Komjen AMS Ahwil Lutan, Konsultan Ahli BNN.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli
surya/adrianus adhi
Anggota Komunitas Pasukan Anti Narkotika (Pasti) tengah memeriksa urine mahasiswa baru menggunakan tester Urine yang mereka dapatkan dari BNN Kota Malang. Pemeriksaan tersebut dilakukan di Gedung AG Polinema, Senin (25/8/2014) 

SURYA.co.id | MALANG - Para pengguna narkoba wajib menjalani rehabilitasi. Tujuannya agar mereka bisa sembuh dari penyakit ketergantungan obat-obatan terlarang.

"Tahun ini BNN ditarget merehabilitasi para pengguna narkoba sebanyak 100.000 orang secara nasional," jelas Komjen AMS Ahwil Lutan, Konsultan Ahli BNN ketika bertemu di Pemkab Malang, Rabu (25/3/2015).

Menurutnya, target itu baru diberikan Presiden Jokowi ke BNN pada Februari lalu. Jawa Timur sebagai provinsi terbesar juga besar pengguna narkobanya, sekitar 5000-an orang.

Karena itu, pihaknya kemudian melakukan aksi, termasuk mendiskusikan hal itu ke daerah-daerah. "Tak hanya ke pemda tapi juga ke TNI," jelas Lutan.

Ia menjelaskan, pusat rehabilitasi milik BNN masih belum mencukupi kebutuhan. "Secara nasional masih kurang. Data 2013, yang bisa direhabilitasi baru 18.000 orang. Sementara targetnya 100.000 orang," katanya.

LAPORAN KHUSUS: PASAL KARET KASUS NARKOBA

Diperkirakan jumlah pencandu narkoba angkanya secara nasional sekitar 4,2 juta. "Kalau setahun 100.000 orang, hitungan matematikanya perlu waktu 42 tahun merehabilitasi pengguna narkoba," ungkap Lutan.

Tempat rehabilitasi narkoba yang dipunyai BNN di Lido, Bogor, kapasitas maksimalnya 500 orang. Begitu juga yang di Batam, Makasar, Samarinda juga sekitar itu.

"Nah, rindam-rindam yang dimiliki TNI kan kadang tidak dipakai setiap hari. Tempatnya bisa kita pakai kalau kosong," paparnya tentang rencana pemakaian lokasi milik TNI. Selain itu juga RS-RS. Dalam diskusi di Pemkab Malang itu, ia malah mendapatkan informasi, RSJ Lawang malah bisa menampung 700 orang.

"Tadi juga ditanyakan anggarannya," jelasnya. Menurutnya, tahun anggaran 2015 ini, BNN diberi dana APBN. Tapi ia tidak menyebut angka pastinya. Yang jelas, untuk menuju rehabilitasi pengguna narkoba itu, sekarang sedang dilakukan diklat buat SDM-nya, termasuk dokter-dokter dari TNI dan polisi.

Sedang untuk daerah, BNN juga memiliki skema menggandeng pemerintah daerah untuk mendirikan pusat rehabilitasi. "Yang sudah, di Kabupaten Indramayu. Bupatinya menyiapkan lahan," katanya.

Untuk SDM-nya akan dilatih BNN. Ia juga membuka peluang itu untuk Kabupaten Malang. Namun akan dilakukan bergantian dengan pemerintah daerah yang sudah duluan mengajukan. Tentang lama rehabilitasi, menurut Lutan, tergantung di assesment awal korban. Ada yang ringan, sedang dan berat. Sehingga lamanya tidak akan sama.

"Yang penting itu pasca rehabnya. BAgaimana korban bisa keluar dari lingkungan itu. Perlu dukungan juga dari keluarga dan lingkungan. Agar ia tidak kembali ke lingkungan lamanya," katanya. Sedang untuk pengguna yang juga penjual, akan mendapat hak yang sama.

"Tapi kasus pidananya tetap. Sebab kan ada barang bukti. Tapi kalau ia juga pengguna harus disembuhkan juga," jelasnya.

Tags
narkoba
BNN
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved