Gathering Hidroponik se Indonesia
Koperasi Petani Hidroponik Jatim Kini Punya Kebun
Hanya dalam waktu setahun Komunitas Hidroponik Surabaya yang ajek berkomunikasi di jejaring Facebook itu kini punya green house di Puspa Agro.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
SURYA.co.id | SURABAYA – “Sayur hidroponik itu enaknya bisa langsung dimakan. Gak usah takut karena tak ada pestisidanya.”
Rasanya? "Gurih. Dilalap begini saja gurih, apalagi ditambah sambal," begitu canda Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, Wibowo Eko Putro saat meninjau green house di area Pasar Induk Modern Agrobis Puspa Agro, Minggu (22/3).
Pria yang akrab disapa Eko ini memang tidak cuma pamer ucapan. Dia memeragakan dengan memetik salah satu daun sawi di hadapannya dan langsung mengunyah habis.
Aksi Eko itu spontan diikuti Direktur PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin, dan Rudi, dari DPD REI Jatim yang turut mendampingi dalam acara Gathering Hidroponik se-Indonesia yang diselenggarakan di Gedung Tani Pasar Induk Modern Agrobis Puspa Agro. Setelah membuka resmi pertemuan para petani hidroponik tersebut dengan menabuh kentongan, Eko menuju green house yang dikelola Koperasi Petani Hidroponik Jatim yang lokasinya tepat di belakang Gedung Tani.
Areal seluas 560 m2 itu ditanami aneka sayuran dengan sistem NFT. “Konsumsi sayuran di setiap rumah tangga masih sangat kurang. Keberadaan kebun hidroponik ini diharapkan bisa merubah perilaku masyarakat untuk meningkatkan konsumsi sayuran sehat ini,” tegas Eko.
Eko pun berharap, pertemuan anggota komunitas hidroponik bisa menular ke lingkup masyarakat lebih luas. “Kalau hari ini hadir 700 petani hidroponik dan mereka bisa menggandengan 10 orang di sekelilingnya, setidaknya sudah ada 7.000 petani hidroponik di negeri ini. Tak usah muluk-muluk, lakukan gerilya ala semut, perlahan tapi bisa bergerak jadi besar,” paparnya.
Lebih lanjut Eko sangat mendukung bila pemerintah memberlakukan aturan bagi pengembang di Tanah Air untuk mengalokasikan 40 persen area yang dibangun bagi pertanian holtikultur. “Di luar negeri, seperti Jepang sudah dilakukan itu. Jadi kita tidak perlu resah soal ketahanan pangan lagi nantinya,” ucap Eko.
Terpisah, Yoso Susrianto, Ketua Koperasi Petani Hidroponik Jatim menegaskan pihaknya tengah berusaha merubah kesan bertani adalah pekerjaan yang berkubang lumpur dan kotor. “Bertani hidroponik ini justru jauh dari image itu. Karena itu pula dalam kegiatan ini kami mengangkat tema Era Baru Pertanian Indonesia – Pemuda Bangga Menjadi Petani Hidroponik,” ujar pria yang di kalangan facebooker dikenal dengan nama Riyan ini.
Menurut Riyan, green house di Puspa Agro ini merupakan satu-satunya di Indonesia. Dari aktivitas di kebun ini, diharapkan bisa menghasilkan 1 ton sayuran setiap bulan.
“Permintaan sayuran sebetulnya sangat banyak, tetap kami belum bisa memenuhi. Setelah kini punya kebun sendiri, harapannya tentu bisa melayani permintaan, tak hanya konsumsi dalam negeri, melainkan juga pasar di luar negeri,” ungkap Riyan yang juga Ketua Komunitas Hidroponik Surabaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/green-house.jpg)