Breaking News:

Dugaan Pungli Prona Dilaporkan ke Kejaksaan Blitar

"Tadi, saya ditanya sekitar 25 pertanyaan lebih, seputar kepengurusan sertifikat. Intinya,kami ditanya, siapa yang memungut uang ke masyarakat,

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Yoni
Dugaan Pungli Prona Dilaporkan ke Kejaksaan Blitar
Warga menuntut penyelesaian kasus prona di desa tersebut, Rabu (25/9/2013).

SURYA.co.id|BLITAR - Petani penggarap lahan eks Perkebunan Gambar Anyar, Desa Sumber Asri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, mengaku jadi korban pungutan liar (pungli) atas kepengurusan sertifikat massal (Prona). Rata-rata per bidang dikenai biaya Rp 500.000,
dengan jumlah 1.194 bidang.

Sebelumnya, kasus itu dilaporkan ke Polres Blitar pada 30 Januari tahun 2012 lalu, namun karena tak ada tindaklanjut, sehingga kini dilaporkan Kejaksaan Negeri Blitar.

Senin (23/3) siang, dua petani diperiksa kejaksaan, yakni Wyn (48), dan Sun (49), keduanya warga desa setempat.

Saat diperiksa, mereka didampingi LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

"Tadi, saya ditanya sekitar 25 pertanyaan lebih, seputar kepengurusan sertifikat. Intinya,kami ditanya, siapa yang memungut uang ke masyarakat, dan buktinya apa penarikan itu. Saya katakan, itu dilakukan panitia tanah redis, dengan bukti kwitansi pembayaran Rp 500 ribu per bidang," kata Wyn.

Ditambahkan Wyn, pungutan itu terjadi 2009 lalu. Itu terjadi saat sebanyak 644 kepala keluarga (KK) di Desa Sumber Asri, mengajukan tanah redis eks perkebunan Gambar Anyar seluas 212 hektare (Ha). Akhirnya, dibentuk panitia, yang terdiri dari warga dan perangkat setempat.

"Setelah terbentuk panitia, diputuskan per bidang (12 are) dikenai biaya redis Rp 500 ribu, termasuk saya juga bayar segitu.

Uangnya dibawa panitia, dengan alasan buat biaya operasional kepengurusan prona. Akhirnya, tahun 2012, sertifikat massal terbit dan sudah diserahkan ke pemiliknya," paparnya.

Namun, beberapa bulan kemudian, kasus dugaan pungli itu mencuat.

Itu setelah warga tahu kalau biaya kepengurusan prona itu gratis karena sudah tanggung negara (APBN).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved