Kesehatan
Beban Ganda Kesehatan karena Iodium Bayangi Indonesia
Di klinik Balai Litbang GAKI Magelang, saat ini pasien-pasien yang berkunjung sebagian besar adalah pasien hipertiroid (penyakit kelebihan iodium).
Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Indonesia hingga kini masih menghadapi beberapa 'beban ganda' dalam kesehatan. Selain beban ganda penyakit, yakni penyakit menular masih ada dan penyakit tidak menular terus meningkat terdapat juga Beban Ganda Gizi, gizi berlebih (obesitas) mulai meningkat dan masalah kurang gizi juga masih ada.
Data terbaru menunjukkan Indonesia juga mengalami beban ganda akibat masalah Iodium.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K) MARS DTM&H DTCE menyatakan pihaknya melalui Balai Penelitian Litbang Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) Magelang menemukan kasus kretin baru (penyakit bawaan lahir akibat kekurangan iodium sejak dalam kandungan). Temuan ini didapat saat Balitbang GAKI menggalakkan kembali surveilans (monitoring) GAKI.
Beberapa kasus kretin yang ditemukan sudah berusia di atas 5 tahun dan tersebar di beberapa kabupaten di Jawa Tengah.
Di sisi lain, di klinik Balai Litbang GAKI Magelang, saat ini pasien-pasien yang berkunjung sebagian besar adalah pasien hipertiroid (penyakit kelebihan iodium).
Data Klinik Litbang GAKI pada tahun 2012, 42.7 persen dari 491 kunjungan pasien dewasa baru di Klinik Litbang GAKI didiagnosis hipertiroid dan 4.3 persennya hipotiroid.
Pada 2013, dari 5.466 kunjungan pasien dewasa baru, sebanyak 31,9 persennya adalah pasien hipertiroid dan 5 persennya merupakan pasien hipotiroid.
Di tahun 2014, dari 501 kunjungan pasien dewasa baru, sebanyak 34.5 persennya hipertiroid.
"Jadi ada semacam "beban ganda" juga, yaitu seperti kekurangan Iodium yang ditandai dengan kretin dan kelebihan Iodium yang ditandai hipertioroid," ujar Tjandra dalam Rapat Kerja Balai Litbang GAKI di Yogyakarta melalui rilis yang diterima Surya (21/3/2015).
Hipertiroid dapat terjadi akibat konsumsi iodium yang berlebih , tapi dapat juga dari sebab autoimun.
Di sisi lain, kretin memang dapat terjadi karena kekurangan konsumsi Iodium, karena ada beberapa daerah yang capaian garam beriodium belum sampai 90 persen.
Kasus kretin endemik terjadi karena ibu bayi pada waktu mengandung kekurangan iodium. Tetapi, bisa juga
kemungkinan munculnya kasus kretin bukan karena kekurangan iodium tapi karena adanya kelainan pada kelenjar tiroid.
Ganguan ini bisa muncul karena kelenjar tidak terbentuk (agenesis), bisa lebih kecil dari seharusnya (atrofi) atau letaknya tidak pada tempatnya(ektopik). Kretin sporadic ini penyebabnya belum diketahui dengan pasti tapi ada kemungkinan karena adanya mutasi genetik.
Kepala Balai Litbang GAKI Magelang, Sugianto SKM MSc PH menyebut GAKI memang masih terjadi. Spektrumnya sangat luas dan puncaknya adalah kelahiran bayi kretin.
"Hal tersebut menjadi penting diatasi karena erat kaitannya dengan kemampuan intelegensia generasi berikutnya," ujarnya.