Breaking News:

Agroindustri

Petani Wortel di Batu Timbun Uang Rp 40 Juta

Tndakan itu seolah bentuk protes para petani terhadap kondisi cuaca yang memperburuk kondisi tanamannya.

ilustrasi

SURYA.co.id | BATU - Para petani wortel dan kubis di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ramai-ramai menimbun lahan pertanian yang dipenuhi tanaman wortel dan kubis yang sedang tumbuh. Mereka menimbun tanaman tersebut dengan tanah.

Jika dinominalkan, nilai tanaman itu per hektarenya Rp 20 juta. Tindakan itu seolah bentuk protes para petani terhadap kondisi cuaca yang memperburuk kondisi tanamannya. Diperkirakan hingga pertengahan tahun ini, mereka gagal panen.

Seorang petani Desa Sumberbrantas, Suwito mengatakan, cuaca buruk membuatnya kesulitan menandur wortel dan kubis. Cuaca buruk itu berupa hujan deras yang mengikis tanah di sekitar tanamannya.

“Wortel kalau baru menanam kena hujan lebat menyebabkan akarnya muncul, lalu bercabang. Kondisi ini membuat tanaman tidak bisa tumbuh baik,” beber Suwito yang juga menjabat Kepala Dusun Lemah Putih, Desa Sumberbrantas ini, Jumat (20/3/2015).

Rusaknya tanaman wortel juga terjadi di kubis. Kalau akar wortel bercabang, kata Suwito, pada akar kubis menyebabkan benjolan. Benjolan itu membuat tanaman tidak sehat.

“Gara-gara musim hujan, harga sayur dua bulan ini hancur. Wortel sortiran harganya RP 500 saja tidak ada yang membeli,” ujarnya.

Suwito memiliki lahan wortel seluas 3 hektar dan setengah hektar sisanya ditanmi kubis. Ia hanya memanen 1,5 hektare. Itu pun, kata Suwito, harga per hektare tanaman wortel hanya Rp 40 juta. Nilai itu jauh dari harga normal, yakni, Rp 100 juta. Sedangkan lahan wortel dan kubis 2 hektar atau senilai Rp 40 juta ditimbun tanah.

“Kalau saya panen hasilnya tidak cukup untuk biaya panen dan angkutnya, apalagi hanya sortiran. Akhirnya ya saya timbun untuk tanaman kentang,” bebernya.

Kondisi ini juga dialami oleh petani wortel lain, Heli Suyanto. Heli mengaku tidak bisa memanen karena tanamannya rusak dan tidak bisa dipanen. Ia lalu menimbun tanaman tersebut dengan tanah.

“Karena tidak nutut biaya untuk angkutan, ya saya pendem (timbun),” ungkap pemilik 5 hektar lahan wortel ini.

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved