Dugaan Korpsi Dana Hibah di Kadin Jatim

Pengembalian Uang Korupsi Rp 5 Miliar Tak Pengaruhi Penyidikan

Uang Rp 5 miliar dari dua tersangka kasus Kadin sudah diterima dan oleh penyidik kejaksaan dititip ke bank.

SURYA.co. id | SURABAYA – Pengembalian uang kerugian negara Rp 5 miliar oleh dua tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim tidak berpengaruh terhadap proses penyidikan. Semua proses tetap dilanjutkan, bahkan pekan depan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim mengagendakan pemeriksaan terhadap beberapa saksi lagi, termasuk petinggi Kadin.

Demikian disampaikan Kepala Kajati Jawa Timur, Elvis Johnny, Jumat (20/3/2015) siang.

“Kalau (para tersangka) merasa mengambil, ya dikembalikan. Tidak ada masalah, dan uang itu juga langsung disita sebagai barang bukti. Sebagaimana ketentuan yang ada, pengembalian kerugian negara tidak berpengaruh terhadap proses penyidikan,” tegas Elvis.

Pihaknya menilai, bisa saja pengembalian uang kerugian negara tersebut sebagai bentuk pengakuan oleh para tersangka. “Bisa begitu, bisa saja disebut pengakuan,” sambung mantan Ketua Satgasus Kejaksaan Agung ini.

Uang Rp 5 miliar dari dua tersangka kasus Kadin sudah diterima dan oleh penyidik kejaksaan dititip ke bank . Namun, sejauh ini belum bisa dipastikan bahwa nilai kerugian negara dalam kasus dana hibah Rp 20 miliar tersebut sebanyak itu.

“Proses audit masih dilakakukan oleh BPKP. Bisa jadi, nilai kerugiannya lebih dari itu. Atau, bisa kurang dari nilai tersebut. Kita tunggu saja hasil auditnya,” tandas Elvis Johnny.

Selain menyerahkan uang Rp 5 miliar, dua tersangka kasus ini juga mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Kajati mengaku telah menerima surat permohonan itu, namun sejauh ini belum diputuskan.

“Pengajuan penangguhan penahanan tersebut masih ditelaah oleh penyidik. Ada beberapa alasan dalam pengajuan itu, saya tidak hafal detailnya. Pengajuan penangguhan memang hak tersangka, dan kami belum bisa memutuskan sekarang apakah dikabulkan atau tidak. Masih ditelaah,” jawabnya.

Dua tersangka dalam kasus ini adalah Diar Kusuma Putra, Wakil Ketua Bidang Kerjasama Antarprovinsi; dan Nelson Sembiring selaku Wakil Ketua Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral Kadin Jatim. Dua pejabat kadin tersebut sudah ditahan.

Diwakili oleh kuasa hukumnya masing-masing, mereka menyerahkan uang Rp 5 miliar ke penyidik Kejati Jatim, Kamis (19/3/2015).

Menurut John Fredrik Henstz, kuasa hukum Nelson, penyerahan uang itu merupakan bentuk sikap kooperatif dan ketaatan hukum kliennya.

Namun, dia mengelak bahwa pengembalian uang ini sebagai bentuk pengakuan penyalahgunaan dana hibah di Kadin Jatim oleh kliennya.

Hal sama diakui Adik Dwi Putranto, perwakilan Diar usai menyerahkan uang .

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved