Rembang Senja di Gontor

begitu rembang senja datang dan memayungi pondok pesantren Gontor, Ponorogo.... sensasi pepat inilah yang terjadi...

Rembang Senja di Gontor
Mat Hesim Azhari

 

 

Mat Hesim Azhari
Pimpinan Redaksi Buletin Ulul Albab, Candipuro, Lumajang
fb.com/hasyim.brayt

PERNAH membaca novel Negeri 5 Menara, roman karya Ahmad Fuadi yang tenar tahun 2009 sehingga difilmkan itu? Hal itulah yang masih membekas di hati ketika berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jumat (6/3/2015).

 

Di film tersebut, Alif, sang tokoh utama yang datang dari desa terpencil untuk menuntut ilmu agama di pesantren, sebab ibunya ingin ia menjadi seorang Buya Hamka, sedangkan dia sendiri ingin menjadi seorang Habibie. Dari sinilah cerita itu dimulai. Bersama kelima temannya (Raja, Said, Dulmajid, Atang, dan Baso), Alif belajar penuh semangat (man jadda  wa jadda) di pesantren.

 

Kisah motivasi yang diangkat dari kehidupan pesantren nyata yang menggugah semangat para penikmatnya itu juga saya rasakan ketika berada di tengah-tengah ratusan ribu santri pondok modern tersebut. Bak semut yang bertebaran mencari makan (ilmu),  para santri berkopyah hitam di kepala yang gundul tampak rapi, dengan kemeja yang dimasukkan ke dalam sarung berikat pinggang terlihat sopan, sajadah tersampir di bahu, bolpoin di saku, dan buku yang selalu dibawa ke mana-mana. Itulah ciri khas santri Pondok Modern Gontor di Ponorogo.

 

Menara masjid tampak menjulang tinggi, setinggi cita-cita Alif yang saya rasakan sama persis seperti di dalam filmnya, di samping asrama, lapangan, dan masih banyak fasilitas lainnya yang berada di sekitar  pesantren. Para santri ada yang berolahraga, bersih-bersih, mengaji, baca buku, dan lain sebagainya. Itulah aktivitas santri  yang dapat saya temui di jumat sore itu.

 

Pemandangan yang sangat indah untuk dinikmati sebagai pengalaman yang sangat berharga. Hati ini menangis terharu melihatnya, bersamaan dengan gemericik gerimis pada sore itu. Melengkapi suasana sejuk dan tenangnya kehidupan di pesantren yang didirikan pada 10 April 1926 oleh tiga bersaudara, KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi, yang kelak dikenal dengan istilah Trimurti.

 

Apabila berkunjung ke Ponorogo yang terkenal dengan kesenian reognya itu, alangkah baiknya mampir ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo sejenak. Agar bisa merasakan bagaimana hidupnya suasana pesantren yang pernah diceritakan dalam novel dan film Negeri 5 Menara yang menggugah tersebut.

 


Tags
Gontor
Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved