Kamis, 9 April 2026

Inovasi

Hebat! Komisi Eropa Akui TAEP dari Unmuh Malang, Setara TOEFL

Komisi Eropa juga sudah mengakui TAEP, alat ukur pengetahuan berbahasa Inggris yang dibuat UMM sejak 2012 ini.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Yuli
dokumen UMM
Mahasiswa asing di kampus Universitas Muhammadiyah Malang. 

SURYA.co.id | MALANG - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat alat pengukur kemampuan berbahasa Inggris. Alat tersebut dinamai Test of Academic English Proficiency (TAEP) dan sedang diajukan untuk mendapatkan hak paten.

Alat ukur tersebut, menurut Direktur Languange Center (LC) UMM, Dr Masduki Mpd, setara dengan Test of English as a Foreign Languange (TOEFL).

Hebatnya, Komisi Eropa juga sudah mengakui alat ukur pengetahuan berbahasa Inggris yang dibuat UMM sejak 2012 ini.

“Tahun lalu, mahasiswa UMM yang mengikuti beasiswa Erasmus Mundus ke Eropa hanya melampirkan dokumen TAEP tanpa disertai TOEFL atau IELTS, dan hal itu tetap diakui oleh Komisi Eropa,” ungkap Masduki kpada SURYAa, Rabu (18/3/2015).

Meski demikian, alat pengukur ini belum memiliki hak paten. UMM sedang mengajukan paten tersebut ke Kementerian Hukum dan HAM awal tahun lalu.

Masduki memaparkan, bentuk TAEP tak berbeda dengan TOEFL, IELTS, atau alat tes setara lainnya di negara lain. Itu terlihat dari bentuk alat pengukur yang berupa tes pilihan ganda, lisan, dan isian.

Perbedaan itu baru terasa saat tes listening. TAEP memiliki suara aksen Inggris yang beragam. Itu disebabkan UMM melibatkan mahasiswa dari berbagai belahan dunia.

Mulai dari Brazil, Italia, Jepang, Nigeria, Polandia, Prancis, Singapura, Spanyol, Uzbekistan, dan sejumlah negara lainnya, untuk mengisi suara tes lisan bahasa Inggris.

Suara-suara itu, lanjut Masduki, didapat melalui para mahasiswa asing yang sedang melakukan tugas belajar di UMM.

“Itu kan sesuai dengan status bahasa Inggris sebagai bahasa global, tidak hanya milik Amerika atau Inggris saja. Jadi TAEP ini memang lebih globish atau Global English,” tuturnya.

Keuntungan yang lain, lanjut Masduki, tes ini juga menghindarkan mahasiswa UMM dari penggunaan TOEFL, atau IELTS yang illegal.

Selain itu, tes ini juga berbiaya rendah jika dibandingkan TOEFL ataupun IELTS. Di pasaran harga TOEFL dan IELTS sekali tes mencapai Rp 50.000.

Walau demikian, biaya sekali tes TAEP untuk mahasiswa UMM hanya dipungut Rp 50.000. “Saya jamin mahasiswa yang mampu mengerjakan TAEP dan hasilnya tinggi, dites lagi dengan tes apapun hasilnya pasti tinggi juga,” tegas Masduki.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved