Nuri Anggraeni

Model Cantik Surabaya Kecewa Hakim Bebaskan Penganiaya

Nuri Anggraeni mengaku kecewa berat dan menyesalkan putusan majelis hakim yang membebaskan dua terdakwa kasus penganiayaan terhadap dirinya.

Model Cantik Surabaya Kecewa Hakim Bebaskan Penganiaya
SURYA.co.id/Muhammad Taufik
NURI ANGGRAENI - Foto model cakep ini dikeroyok keluarga polisi. Dia lapor ke polisi, eh malah dia yang jadi terdakwa pencemaran nama baik. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Model cantik, Nuri Anggraeni mengaku kecewa berat dan sangat menyesalkan putusan majelis hakim yang telah membebaskan dua terdakwa kasus penganiayaan terhadap dirinya, Ani Trisnawati dan Chaiyinah.

Pengadilan Negeri (PN) Surabaya membebaskan dua terdakwa dalam sidang, Selasa (17/3/2015) .

"Iya, divonis bebas, dan kami langsung mengajukan Kasasi," kata Arif, jaksa penuntut umum (JPU) dalam perkara ini.

Maklum jaksa mengajukan Kasasi. Dalam sidang sebelumnya, dua terdakwa ini dituntut hukuman penjara selama tujuh tahun. Saat membaca tuntutan, jaksa menyebut bahwa fakta persidangan terungkap dua terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana yang didakwakan.

Mendengar kabar vonis bebas tersebut, Nuri Anggraeni mengaku sangat kecewa.

"Hukum di negara ini kok gak adil banget. Yang benar jadi salah, yang salah jadi benar. Saya yang teraniaya, dipukuli dan dimaki-maki malah divonis bersalah karena dilaporkan mencemarkan nama baik. Sedangkan mereka yang mengeroyok dan memaki saya malah divonis bebas," keluh Nuri, Selasa malam (17/3/2015).

Model asal Jalan Karangan IV Surabaya ini berharap, hakim bisa menggunakan hati nuraninya untuk memutuskan perkara. Agar bisa membela orang-orang yang teraniaya dan bisa menegakkan keadilan.

"Saya bukan orang gila yang mengada-ada membuat laporan dianiaya. Laporan saya berdasarkan fakta, saya dianiaya," sambungnya.

Kalau hukum berprilaku seperti ini, masih kata Nuri, Indonesia tidak akan maju. Bahkan, dia menyebut bahwa pelaku-pelaku kejahatan dan orang-orang bersalah bisa seenaknya mempermainkan hukum.

Sementara penjara dipenuhi orang-orang yang tidak bersalah, orang teraniaya dan orang tak berdaya yang tidak punya uang.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved