Kriminalitas di Malang

Penjual Buku Nikah Palsu untuk TKI di Malaysia Ternyata Juga Suka Sabu

Ia menjual buku nikah palsu itu sebesar 25 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 89.000 per buku.

Penjual Buku Nikah Palsu untuk TKI di Malaysia Ternyata Juga Suka Sabu
SURYA.co.id/Benni Indo
Arsawi (50), warga Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgadeng, Kabupaten Malang, penjual puluhan buku nikah palsu kepada para TKI di Malaysia. 

SURYA.co.id | MALANG - Polres Malang menangkap Arsawi (50), warga Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgadeng, Kabupaten Malang, karena menjual puluhan buku nikah palsu kepada para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Arsawi yang memang telah menjadi target operasi polisi itu awalnya ditangkap karena menggelapkan mobil. Saat ditangkap, polisi juga menemukan plastik berisi sabu yang disembunyikan di kantongnya.

"Ketika Arsawi pulang ke rumahnya dari Batam, polisi langsung menangkapnya," kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, saat menggelar kasus, Senin (16/3/2015).

Tersangka ditangkap pada Sabtu (14/3/2015). Di lokasi, polisi tidak hanya menemukan buku nikah palsu dan sabu-sabu tetapi juga paspor palsu Arsawai untuk jalan-jalan ke Thailand dan Malaysia.

Arsawi memanfaatkan peluang banyaknya TKI di Malaysia yang memburu buku nikah. Ia menjual buku nikah palsu itu sebesar 25 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 89.000 per buku.

Para TKI yang memesan buku nikah palsu ke Arsawi memesan agar identitasnya disamakan dengan paspor. Arsawi melakukan tindakan pemalsuan tidak seorang diri. Ia memiliki jaringan sehingga bisa memasok buku nikah palsu ke Malaysia.

"Saya telepon dengan yang lain untuk menyalurkan buku nikah dan paspor palsu," katanya di Polres Malang, Senin (16/3/2015).

Polisi menyita sekitar 50 buku nikah palsu beserta beberapa buah paspor palsu. "Kami sangkakan pasal kasus penggelapan, narkoba dan pemalsuan identitas buku nikah dan paspor. Ancaman hukuman paling ringan 5 tahun dan paling tinggi 9 tahun," terang Kasat Reskrim AKP Wahyu Hidayat.

Penulis: Benni Indo
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved