Warga Surabaya Hilang di Turki
Turki Tangkap Belasan Wong Lamongan, Termasuk 2 Janda Terduga Teroris
Ririn Andriani adalah janda alm Achsanul Huda yang dikabarkan tewas saat bertempur bersama ISIS. Kedua, janda M Hidayat yang dibedil di Tulungagung.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yuli
SURYA.co.id | LAMONGAN - Wong Lamongan kembali menjadi sorotan level internasional. Sebanyak 16 warga Indonesia yang dikabarkan ditahan pemerintah Turki saat hendak menyeberang ke Suriah, diduga kuat berasal dari kabupaten di pantai utara Jawa Timur itu.
Kementerian Luar Negeri RI telah mengonfirmasi, 16 orang yang ditangkap otoritas Turki di Kota Gaziantep adalah WNI, tetapi bukan 16 turis yang dilaporkan hilang dari rombongan tur.
“Pemerintah akan kirim tim keamanan ke Turki untuk menginvestigasi lebih dalam tujuan mereka dan meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan pihak keamanan Turki,” kata Arrmanatha Nasir, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Jumat (13/3/2015).
Arrmanatha mengatakan, 16 WNI yang saat ini ditahan di penampungan di Gaziantep terdiri atas satu laki-laki dewasa, empat perempuan dewasa, tiga anak perempuan, dan delapan anak laki-laki. “Ada informasi yang menyebutkan mereka memang berencana menyeberang ke Suriah,” katanya.
Sementara itu, informasi yang didapatkan SURYA menyebutkan, dua dari empat perempuan itu berasal dari Lamongan, yaitu dari Lingkungan Gowa dan Kandangsemangkon, Kelurahan Blimbing, Paciran, Lamongan.
Perempuan pertama diduga bernama Ririn Andriani (38), janda almarhum Achsanul Huda yang dikabarkan tewas saat bertempur bersama pasukan Negara Islam di Suriah dan Irak (ISIS).

Kedua, Tiara (37) alias Umi Dafa, janda almarhum M Hidayat (foto atas) yang tewas ditembak tim Densus 88 di Tulungagung, Juli 2013. Tiara juga dikenal sebagai kakak Achsanul.
Ririn diketahui sudah dua bulan meninggalkan rumahnya yang kini sudah dijual.
Meski begitu, warga setempat belum percaya 100 persen bahwa yang ditangkap pemerintah Turki adalah Ririn dan Tiara.
Kesimpangsiuran informasi juga disampaikan Kapolsek Paciran AKP Ilham yang menyatakan informasi itu masih sumir.
“Orang tuanya dulu memang warga setempat. Tapi, nama Ririn dan Huda tidak dalam KK (kartu keluarga). Jadi, informasi ini masih simpang siur,” kata Ilham.
Tiara juga disebut-sebut sebagai warga Kandangsemangkon. Namun, nama itu tidak ada dalam dokumen KK di kelurahan.
Soal informasi ini, mantan pentolan Jemaah Islamiyah dan kombatan konflik Ambon, Ali Fauzi, juga belum bisa memastikan. "Deplu sendiri belum menyebut siapa-siapa saja yang tertangkap,” ungkap Ali Fauzi.
“Yang saya tahu, WNI yang tertangkap adalah seorang perempuan yang menyusul keluarganya yang sudah ada di sana,”katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan Sujito mengaku sudah mendata 10 warganya yang berangkat ke Suriah itu. ant