Dindik Jatim Bersama Dindik Surabaya Verifikasi Ulang Peserta Unas Online
“Ini merupakan hari terakhir proses verifikasi sekolah yang mengikuti unas CBT di Surabaya,” ungkap Harun.
Penulis: Magdalena Fransilia | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan verifikasi 54 SMA/SMK yang mengikuti ujian nasional (unas) memakai metode Computer Based Test (UN CBT) pekan lalu telah usai.
Namun, Dinas Pendidikan (Dindik) Propinsi Jatim bersama Dindik Surabaya belum puas, kedua lembaga ini kembali melakukan verifikasi terhadap beberapa SMA di Surabaya.
“Ini merupakan hari terakhir proses verifikasi sekolah yang mengikuti unas CBT di Surabaya. Pengecekan mulai sarana, tenaga IT, maupun murid kami pantau lagi,” ungkap Harun Kepala Dindik Jatim di sela inspeksi mendadak (sidak) bersama Kepala Bidang Menengah Kejuruan Dindik Kota Surabaya Sudarminto, Senin (9/3/2015).
Sekolah SMA yang menjadi sasaran sidak tersebut yakni SMA Negeri 18, SMAN 6, dan SMAN 16.
Hasilnya sekolah-sekolah tersebut dinyatakan aman, lolos uji verifikasi pada saran dan prasarana pendukung. Selain itu, kebocoran soal juga dinilai Sudarminto bisa diminimalisir jika menggunakan unas CBT.
Untuk itulah, Sudarminto terus mengingatkan kesiapan peserta didik yang akan mengikuti unas CBT pada 7 April 2015.
Sebelumnya dari 54 sekolah yang dinyatakan lolos, 7 diantaranya dianggap belum siap menghadapi unas CBT. “Bukan berarti belum siap. Tapi ada beberapa hal yang perlu perbaikan dan tambahan perlengkapan,” kata Sudarminto saat ditemui Surya usai sidak di SMA 16, Senin (9/3/15).
Sebelumnya hasil verifikasi Puspendik menjelaskan ketujuh sekolah harus menambahkan perangkat komputer, jaringan internet, server, genset, LAN, dan komputer cadangan.
Dispendik sudah melakukan koordinasi dengan sekolah supaya secepatnya menyediakan genset.
“Kita pun koordinasi dengan PLN untuk mengantisipasi listrik mati pada hari H,” ujar mantan kepala SMAN 16 itu.
Dalam Unas CBT sekolah harus memiliki jumlah perangkat komputer dari sepertiga jumlah peserta. Sehingga Puspendik meminta semua sekolah menambahkan lagi perangkatnya.
“Dari sepertiga itu, tetap harus ada komputer cadangan. Sebelum tanggal 17 Maret kita harap semua masalah perangkat, server dan sebagainya beres,” harapnya.
Sehingga, pada tanggal 17-20 Maret bisa fokus terhadap sumber daya manusia (SDM) penunjang kesuksesan unas CBT.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA