Kamis, 7 Mei 2026

Pembunuhan Pendeta di Malang

Jenazah Pendeta Dibawa ke Surabaya Tanpa Pengawalan Polisi

Jasad Yulianti Dwi Astuti Liemerto (59) dibawa ke Surabaya. Isak tangis mewarnai ibadah yang dihadiri jemaat GBI Diaspora Sejahtera Malang.

Tayang:
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Yuli
SURYA.co.id/Adrianus Adhi
Petugas pemakaman Adi Jasa Surabaya mengangkat peti jenazah Yulianti Dwi Astuti Liemerto di Lawang, Malang, 7 Maret 2015. Adiknya akan membawanya ke Surabaya tanpa pengawalan polisi. 

SURYA.co.id | MALANG - Sebuah peribadatan kecil menandai keberangkatan jasad Yulianti Dwi Astuti Liemerto (59) ke Surabaya.Isak tangis mewarnai ibadah yang dihadiri jemaat GBI Diaspora Sejahtera Malang, dan adik Yulianti, Rudiarto (47), Sabtu (7/3/2015) sore.

Ibadah pelepasan itu berlangsung sekitar 15 menit. Setelah itu, jasad pendeta pembantu ini dibawa ke Surabaya guna di semayamkan di Adi Jasa.

"Keluarga kami memang berada di sana. Hanya kakak yang di sini. Seorang diri," ungkap Rudianto, adik korban yang selama ini berdomisili di Surabaya.

Meski demikian, perbincangan dengan Rudianto dan jemaat yang lain terkesan ditutupi. Saat itu mereka tidak banyak berkomentar, walaupun pertanyaan hanya mencari tahu sosok Yuli sehari-hari.

"Hidupnya biasa-biasa saja," kata Rudianto dengan pandangan kosong. Setelah mengucapkan itu, Rudianto pamit pergi.

Ia hendak mengawal perjalanan jasad kakaknya sampai Surabaya menggunakan mobil pribadinya. Tidak ada polisi yang mendampingi keberangkatan jasad Yuli ke Surabaya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved