Rabu, 8 April 2026

Kriminalitas di Malang

Setelah Polisi Obrak Pasar Comboran, Pemkot Malang akan Bina Pedagang

Pasar Comboran Malang jadi pusat barang bekas, termasuk onderdil motor dan mobil tetapi asal-usulnya tidak diketahui pejabat Pemkot Malang.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Yuli
SURYA.co.id/Hayu Yudha Prabowo
BARU ATAU BEKAS? - Polisi Malang menyita balok-balok mesin motor dan mobil dari Pasar Comboran saat obrakan, Kamis (5/3/2015). 

SURYA.co.id | MALANG – Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan PKL Dinas Pasar Kota Malang, Bambang Sugihartono menyatakan segera membina dan mengawasi aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Comboran Malang.

Langkah itu diambil Dinas Pasar setelah aparat Polres Malang Kota mengobrak pusat barang bekas itu dan menyita sejumlah mesin motor yang dianggap mencurigakan.

“Sebenarnya kami sudah punya jadwal sosialisasi kepada PKL di Pasar Comboran pada triwulan pertama ini. Dengan adanya kejadian ini, secepatnya kami akan mendata sekaligus membina mereka,” kata Bambang, Jumat (6/3/2015).

Menurut dia, Dinas Pasar akan mengimbau para pedagang onderdil di Pasar Comboran agar tidak menampung barang-barang yang tidak jelas asal-usulnya. Ia juga akan mendata satu per satu pedagang untuk mempermudahkan pembinaan dan pengawasan.

“Rata-rata barang yang dijual pedagang di Pasar Comboran barang bekas. Tapi, kami juga tidak tahu asal-usul barang tersebut. Untuk itu, kami akan mendata ulang mereka termasuk jenis dagangannya agar mempermudah proses pengawasan,” ujarnya.

Sebelumnya, aparat Polres Malang Kota merazia pedagang onderdil di Pasar Comboran, Kamis (5/3/2015). Dalam razia itu, polisi menyita puluhan mesin sepeda motor yang asal-usulnya tidak jelas. Razia digelar untuk mempersempit gerak pencuri sepeda motor.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved