Breaking News:

Jika Patah Tulang, Dokter Teddy Sarankan Jangan asal ke Sangkal Putung

"Boleh saja ke sangkal putung, tapi usahakan periksa dulu ke dokter separah apa patah tulang yang dialami," tutur dokter Teddy.

Editor: Parmin

SURYA.co.id | SURABAYA - Sampai saat ini masih ada yang beranggapan jika ke sangkal putung bisa menyembuhkan patah tulang. Begitu diungkapkan beberapa dokter spesialis tulang. Memang tidak ada salahnya pergi ke sangkal putung jika patah tulang. Namun patah tulang yang bagaimana yang harus ditangani oleh pihak dokter dan sangkal putung?

Dokter Teddy H Wardhana, SpOT menjelaskan, seseorang mengalami patah tulang, ada baiknya harus segera periksakan ke dokter spesialis orthopaedi.

"Patah tulang ada banyak sebabnya. Entah itu karena trauma (cidera kecelakaan), tumor tulang, penuaan usia, dll. Gunanya dibawa ke dokter itu kami lihat dulu seberapa parah patah tulang yang dialami," jelasnya, Jumat (6/3/2015).

Ia juga mengatakan orang takut ke dokter jika di operasi dan meninggalkan bekas luka jahitan. Di rumah sakit sekarang sudah ada yang namanya pembedahan dengan teknik minimal invasive surgery.

"Jadi kalau ada pasien yang mengalami patah tulang serius, kami tidak lanjuti sesuai berdasarkan data. Kalau memang harus operasi ya harus dijalani. Kebanyakan kalau perempuan kan takut bekas jahitan operasi yang terlihat, nah dengan teknik minimal invasive surgery tadi bisa meminimalisir luka," ungkap dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi.

Selain itu, dalam dunia medis, jika sangkal putung merupakan metode pengobatan tradisional yang turun-temurun.

"Boleh saja ke sangkal putung, tapi usahakan periksa dulu ke dokter separah apa patah tulang yang dialami," terangnya.

Kalau patah tulang yang sampai tulangnya benar-benar patah hingga keluar dari area tulang itu, tidak bisa hanya melalui pengobatan alternatif. Harus dioperasi agar tidak mempengaruhi jaringan disekitarnya," tambahnya.

Selain itu, dr. Teddy juga menambahkan agar selalu mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium. Seperti memakan ikan laut, banyak mengkonsumsi vitamin D yang bisa didapat dari sinar matahari pagi ketika berjemur. (sun)

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved