Tragedi
Aneh, Sumiati Berjalan Cepat Saat Subuh, 2 Hari Kemudian Tewas di Brantas
Anehnya, ada tetangga Sumiati yang memergoki perempuan itu berjalan cepat, padahal normalnya berjalan tertatih-tatih pelan.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli
SURYA.co.id | MALANG - Sumiati (65), warga Jl Majapahit, Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ditemukan tewas mengapung di Sungai Brantas, Dusun Kecopokan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Jumat pagi (6/3/2015).
Seorang pencari ikan melihat jasadnya, kemudian lapor ke Polsek Sumberpucung dan bersama-sama mengevakuasi. Jasad Sumiati lantas dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang untuk divisum. Saat hujan Jumat sore ini, jenazah Sumiati dimakamkan di TPU Jenggolo.
Tewasnya Sumiati membuat sedih keluarganya. Sebab sehari-hari, ibu tiga anak itu lebih banyak di rumah. "Kalaupun jalan-jalan ya hanya di sekitar sini saja," ungkap Ngatin (60), adik kandung korban ketika ditemui di rumah duka di Desa Jenggolo kepada SURYA, Jumat sore.
"Bu Sum sudah meninggalkan rumah sejak dua hari lalu, Rabu pagi. Hari ketiga ditemukan sudah meninggal dunia tadi," tambah Ngatin.
Menurutnya, sejak menghilang dua hari lalu, keluargnya menyebar orang kemana-mana termasuk menyusuri sungai untuk mencari. Selain itu juga melaporkan ke Polsek Kepanjen.
Selama ini, Sumiati tinggal bersama Riadi, suaminya, dan anak bungsu/ketiga, Zainul Arifin yang sudah menikah dan punya anak.
Menurut Ngatin, ketika suaminya akan sholat Subuh, Sumiati sudah tidak ada, padahal biasanya dia tidak pergi dari rumah sepagi itu. "Kemana-mana selalu bilang, termasuk ke kamar mandi," ungkap Ngatin.
Apakah Sumiati pikun? Ngatin menyebut kadang-kadang memang pikun, tetapi kadang-kadang juga tidak.
Keluarga menduga, Sumiati pagi itu berjalan keluar dari kampung dan mengarah ke selatan. Di arah itu ada Bendungan Sengguruh. Kemungkinan ia jatuh ke sungai karena tergelincir.
Anehnya, ada tetangga Sumiati yang memergoki perempuan itu berjalan cepat, padahal normalnya berjalan tertatih-tatih pelan. Ketika ditanya tetangganya, Sumiati mengaku akan jalan-jalan pagi.
Puji Lestari (38), anak pertama Sumiati, menjelaskan, ibunya terakhir memakai daster kuning, yang ternyata masih terpakai ketika jasadnya mengambang di sungai.
"Ada luka di dua pipinya. Bajunya ada yang robek. Kemungkinan karena kecantol sesuatu ketika di sungai," ujarnya. Mahmudah, anak kedua Sumiati, terlihat sembab matanya. Ia menjelaskan, ketika ibunya belum ditemukan, fotonya dipeluknya saat tidur.
LIKE Facebook SURYA | Follow Twitter SURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/desa-senggreng-kecamatan-sumberpucung-kabupaten-malang.jpg)