Dugaan Kredit Macet Bank Mandiri

Kejati Tetapkan Buron terhadap Jimmy Witarsa

Menurut Kasi Penkum Kejati Jatim Romy Arizyanto, pihaknya sudah mengirim surat ke Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait hal ini.

SURYA.co.id | SURABAYA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim resmi menetapkan Jimmy Witarsa sebagai buron. Pengusaha yang diduga terlibat kasus penyelewengan agunan Bank Mandiri tersebut dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) kejaksaan setelah kali mangkir panggilan penyidik.

Menurut Kasi Penkum Kejati Jatim Romy Arizyanto, pihaknya sudah mengirim surat ke Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait hal ini.

“Dan kami juga meminta bantuan kepada Kejagung untuk bisa menemukan orang ini,” kata Romy, Kamis (5/2/2015).

Dijelaskan, Jimmy sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyelewengan kapal yang menjadi agunan di Bank Mandiri cabang Jalan Pahlawan Surabaya. Namun, tiga kali dipanggil untuk diperiksa, dia selalu tidak hadir.

“Penyidik sudah berusaha mencari dia, tapi belum ketemu. Didatangi ke alamat domisilinya, juga tidak ada di sana,” sambung jaksa asal Jambi tersebut.

Jimmy adalah tersangka ke-5 dalam perkara kredit macet bank Mandiri senilai Rp 172 miliar.

Sebelumnya, sudah ada empat tersangka yakni Eddi Gunawan Tamrin, Direktur Utama PT Sejahtera Bahtera Agung (SBA); dan tiga mantan pejabat Bank Mandiri cabang Pahlawan berinisial DR, AT, dan TP.

Kasus ini berawal saat Eddi Gunawan mengajukan kredit Rp 172 miliar ke Bank Mandiri dengan agunan 15 kapal pada 2008. Pada 2010 kredit itu macet dan masih ada sisa Rp 90 miliar yang belum dibayar.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved