Agroindustri

Wong Mbatu Kaya Raya Berkat Lidah Buaya, Semula untuk Obat Diabetes Pribadi

Lidah buaya mengandung zat-zat yang bermanfaat menurunkan kolesterol, darah tinggi, asam urat, menyembuhkan ambein, serta mencegah kanker.

Wong Mbatu Kaya Raya Berkat Lidah Buaya, Semula untuk Obat Diabetes Pribadi
SURYA.co.id/Iksan Fauzi
Ketua Gapoktan Anggalesta, M Ali Aji, Rabu (4/3/2015). 

SURYA.co.id | BATU - Tanaman lidah buaya jarang dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun, di tangan Ali Aji, tanaman lidah buaya yang dikenal masyarakat umum sebagai bahan sampo itu disulap menjadi berbagai produk makanan oleh-oleh.

Wong mBatu ini tak mengira, berkat lidah buaya, ia bisa kaya raya: beli beberapa rumah, mobil, dan menambah simpanan uang di bank.

Ali yang tinggal di Jl Abdul Gani II/49 Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu ini memiliki lahan untuk tanaman lidah buaya dan tempat produksi oleh-oleh di Jl Abdul Gani IV, tak jauh dari rumah tinggalnya.

Usaha itu tak pernah terpikirkan olehnya. Pada 2008, ia menderita diabetes. Kadar gula dalam tubuhnya mencapai 350. Pria dua anak ini lalu mencari obat untuk menetralisir kadar gulanya. Seorang temannya bernama Suwandi, warga Desa Junrejo menyarankan supaya Ali mengonsumsi lidah buaya selama empat bulan.

Ali lalu mencoba meminumnya setiap hari. Memang benar, kata Ali, kadar gula dalam tubuhnya normal hingga sekarang. Dari situ, Ali mencari informasi tentang manfaat lidah melalui Internet. Ada tiga jenis lidah buaya yang bisa dikonsumsi, yaitu, jenis Babanisis, Sinensi, dan Verox.

“Ternyata banyak khasiatnya. Berdasarkan penelitian yang saya baca di Internet, tanaman ini mengandung zat-zat yang bermanfaat menurunkan kolesterol, darah tinggi, asam urat, menyembuhkan ambein, serta mencegah kanker,” papar Ali yang juga Ketua LSM Harapan Pulih Sentosa Kota Batu ini saat ditemui di rumah produksinya di Jl Abdul Gani IV, Rabu (4/3/2015).

Mengetahui banyak manfaat dari lidah buaya itu, ia lalu mencari tahu cara lidah buaya untuk bahan makanan. Ia pun mendapatkan semua bahan tersebut dari internet lagi. Ali lalu mencoba membuat minuman sari lidah buaya.

Melihat peluang usahanya lancar, pria ini mendirikan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Anggalesta Kelurahan Ngaglik ini menambah produk lain. Anggalesta memiliki kepanjangan dari "anggayuh anggawe lestarine petani. Kini, Gapoktan ini memiliki delapan kelompok tani dan berbagai produk.

LIKE Facebook SURYA | Follow Twitter SURYA

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved