Agroindustri

Ingin Belajar Cara Olah Lidah Buaya? Wong Mbatu Ini Senang Berbagi

Agar tanaman lidah buaya bisa digunakan obat, pola penanamannya harus menggunakan pupuk organik, tidak boleh ada pupuk kimia.

Ingin Belajar Cara Olah Lidah Buaya? Wong Mbatu Ini Senang Berbagi
SURYA.co.id/Iksan Fauzi
M Ali Aji menunjukkan hasil olahan lidah buaya. 

SURYA.co.id | BATU - M Ali Aji, warga Jl Abdul Gani II/49 Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, memang kreatif. Ia mengolah lidah buaya menjadi berbagai macam produk makanan dan obat.

Kini, omset penjualannya terus naik. Itu berkat perjuangannya selama bertahun-tahun. Saat ini dia memiliki pelanggan dari beberapa pusat oleh-oleh di Kota Batu, Surabaya, Sidoarjo, dan Jombang. Sebulan sekali, ia mengirimkan 500 dus minuman berbahan lidah buaya ke Jaringan Santri Indonesia di Jombang.

“Sekarang omset per pekan antara Rp 3 juta sampai Rp 4 juta, sebulan kira-kira ya sekitar Rp 16 juta. Tenaga kerja ya dari ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja,” kata sarjana matematika tahun 1984 ini.

Beberapa macam makanan oleh-oleh yang diproduksi dari bahan lidah buaya ini, antara lain, sari lidah buaya kemasan botol ukuran 200 ml per 24 botol dihargai Rp 24.000, nata lidah buaya per 24 botol dihargai Rp 48.000 dan permen yuppy Rp 15.000 per 1/4 kg.

Selain itu juga selai lidah buaya Rp 10.000 per botol ukuran 250 ml, jenang lidah buaya per pak isi 12 potong harganya Rp 8.000, serta sirup lidah buaya Rp 10.000 per botol.

“Saya pernah ditantang warga sini, kalau (produksinya) tidak laku, saya akan dikeramasi lidah buaya. Lalu saya tertantang dan sekarang bisa seperti ini,” selorohnya.

BACA JUGA: Wong Mbatu Kaya Raya Berkat Lidah Buaya, Semula untuk Obat Diabetes Pribadi

Keberhasilan Ali membuat berbagai produk mengundang instansi sekolah, pemerintahan, hingga anggota kelompok PKK dari berbagai daerah datang kepadanya untuk belajar. Ia pernah memberikan pelatihan kepada anggota kelompok PKK Kelurahan Sisir, Kelurahan Ngaglik, Kelurahan Songgokerto.

"Kami tidak pelit ilmu, kalau ada kami berikan supaya bermanfaat," katanya.

Menurutnya, agar tanaman lidah buaya bisa digunakan obat, pola penanamannya harus menggunakan pupuk organik, tidak boleh ada pupuk kimia. Untuk mendapatkan pupuk organik, ia memproduksi sendiri. Saat digunakan untuk makanan, Ali menggunakan gula murni.

“Gampang menanam lidah buaya ini, tanaman ini tidak ada penyakit, biasaya cuma layu saja,” ungkap pria bergelar Sarjana Hukum dari Universitas Wisnu Wardhana tahun 2008 ini.

Kini, lahan dan rumah produksi Ali menjadi langganan belajar bagi para siswa dari luar kota. Para siswa yang setiap tahun belajar di tempatnya itu, antara lain, anggota PKK Surabaya, anggota PKK Pasuruan, SMK Tribuana Sidoarjo, dan SMKN 4 Probolinggo. Anda ingin belajar juga? Silakan ke Mbatu...

LIKE Facebook SURYA | Follow Twitter SURYA

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved