Guru SMAN 9 Meninggal di Sekolah setelah Dikunjungi Tim Dindik Surabaya
Surani mengembuskan napas terakhir di ruang Bimbingan Konseling SMA Negeri 9 Jalan Wijaya Kusuma No 48 Surabaya.
SURYA.co.id | SURABAYA - Selama 31 tahun sudah Surani mengabdi sebagai guru mata pelajaran sejarah, dan sudah dua periode (4 tahun) menjabat waka kurikulum. Namun di usianya ke 52 tahun ini, pria yang akrab dipanggil Pak Rani itu tutup usia pada Selasa (3/3/15) sekitar pukul 18.30 WIB.
Ia mengembuskan napas terakhir di ruang Bimbingan Konseling SMA Negeri 9 Jalan Wijaya Kusuma No 48 Surabaya.
Kepergiannya setelah mendapat kunjungan dari tim pengawas Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya.
Sore itu, Rani mengikuti rapat bersamaan dengan kunjungan tim dari Dindik Surabaya yakni Fanani dan Hariono.
Kepala SMAN 9, sekretaris, dan bagian kurikulum SMAN 9 juga ada dalam rapat membahas Ujian Sekolah yang berlangsung selama dua hari.
Tak lama setelah kepergian tim Dindik Surabaya, Rani ditemukan tergeletak lemas, tangan dan kakinya dingin, serta denyut nadi berhenti.
“Kemarin sore Pak Rani sempat makan lontong balap, sebelum tidur di ruang BK lalu tak bisa dibangunkan,” ungkap Kepala SMAN 9 Moch Shadali saat ditemui Surya.co.id, Rabu (4/3/2015). (magdalena f/gea)
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA