Energi

Elpiji 12 Kg Naik Rp 5.000, Ini Reaksi Konsumen di Kota Batu

“Saya rasa pembelian (elpiji 12 kg) masih normal, tidak ada perbedaan dibanding sebelum naik,” kata Cokro saat ditemui di rumahnya, Senin.

Elpiji 12 Kg Naik Rp 5.000, Ini Reaksi Konsumen di Kota Batu
SURYA.co.id/Iksan Fauzi
Cokro, pemilik pangkalan elpiji di Kota Batu, menunjukkan stok elpiji 12 Kg di gudangnya, Selasa (3/3/2015). 

SURYA.co.di | BATU - Kenaikan harga elpiji 12 Kg sebesar Rp 5.000 sejak Senin (2/3/2015) tidak mempengaruhi permintaan konsumen di Kota Batu. Pemilik pangkalan elpiji 12 kg di Jalan Samada, Cokro Suyanto, menyebutkan, permintaan dari masyarakat masih normal.

“Saya rasa pembelian (elpiji 12 kg) masih normal, tidak ada perbedaan dibanding sebelum naik,” kata Cokro saat ditemui di rumahnya, Senin (3/3/2015).

Harga elpiji sebelumnya Rp 129.000, setelah dinaikkan menjadi Rp 134.000. Cokro menilai, kondisi normal itu diprediksi sebelumnya harga elpiji Rp 135.000. Cokro menerima kiriman elpiji 12 kg 10 hari sekali sebanyak 200-250 unit.

“Tidak ada dampak, dulu seperti itu (harganya). Yang penting, Pertamina menyediakan stok ada,” ungkap pria yang menjual elpiji 12 kg ke hotel dan rumah makan besar ini.

Selain sebagai pemilik pangkalan elpiji 12 kg, Cokro merupakan pemilik PT Cakra Niaga Abadi yang menjadi agen elpiji 3 kg. Setiap hari, Pertamina mengirimkan sembilan hingga 10 truk, kuota per truk 560 tabung. Khusus elpiji ini harganya Rp 14.000 per tabung.

Apakah ada dampak kenaikan elpiji 12 kg terhadap penambahan permintaan terhadap elpiji 3 kg? Cokro menyebut tidak ada. Hal itu ditunjukkan masih ada stok elpiji 3 kg di gudangnya. “Permintaan elpiji 3 Kg tetap, kami tidak mau melayani hotel dan restoran untuk elpiji 3 Kg,” paparnya.

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved