Jumat, 17 April 2026

Oura-Row Berlakukan Seleksi Ketat Bagi Calon Anggota Cosplay

Tak mudah jadi anggota Oura-Row. Komunitas Cosplay ini memberlakukan beberapa syarat, terutama mengenai postur calon anggota.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito

SURYA.co.id | SURABAYA - Minggu (22/2) siang, begitu pintu utama Lenmarc dibuka, segerombolan super hero merangsek masuk. Ada Iron Man, Power Ranger, dan Baja Hitam. berikutnya menyusul tokoh superhero dari Indonesia, Gatotkaca dan Wirosableng. Ada pertarungan antar superhero?

Yang terjadi di pusat perbelanjaan di kawasan Surabaya barat itu, justru ajang rebutan foto bareng dengan para superhero tersebut. Tak hanya anak-anak, tak sedikit orang dewasa menggunakan kesempatan itu untuk menarik mereka foto bersama.

Tujuh anggota cosplay yang diberi nama Oura-Row ini pun langsung bergaya disamping para penggemarnya yang berkerumun di puast perbelanjaan tersebut. “Anggota kami sebetulnya ada 21 orang. Kalau ada even besar baru kami libatkan semua,” kata Koko Iqball, pentolan komunitas Oura-Row.

Koko mengaku gembira bisa gabung di acara Surabaya Nihon Matsuri (Festival Surabaya Jepang) itu. Kegiatan yang baru pertama kalinya digelar itu dimaksudkan untuk lebih mengenalkan seni dan budaya Jepang ke masyarakat Indonesia.

Melalui even ini, lanjut Koko, dia bersama teman-temannya bisa lebih mengenalkan komunitas cosplay yang selama ini mereka geluti. “Komunitas ini bukan cuma untuk senang-senang. Tak jarang kami ikut kompetisi dan dapat juara,” pamer Koko.
Koko lalu menunjuk tokoh Gatotkaca pernah jadi Juara 1 dari 1.000 kostum yang ikut dalam Hallo Festival di Jakarta tahun 2012. “Kami juga sering dapat job. Ini tentu efek positif buat teman-teman,” katanya.

Mereka mematok honor berbeda untuk setiap tokoh animasi yang diundang untuk mengisi acara-acara, khususnya yang dilakukan perusahaan tertentu. Besaran honor ditentukan bedasarkan tingkat kesulitan pembuatan kostum masing-masing karakter.

“Kalau saya biasanya Rp 100.000 per-3 jam,” ujar Devi Ariyanti yang membawakan karakter Baby Metal.

Baju yang digunakan siswa kelas 2 SMAK Dr Soetomo ini relatif sederhana, seperti layaknya gadis remaja lainnya yaitu atasan warna hitam dan rok bawah merah ditambah bando motif tanduk. “Total habis Rp 350.000 untuk kostum ini,” papar Devi.

Yang paling mahal adalah kostum Iron Man karena harus memasang lampu di tangan, dada, dan mata. Selain itu juga memori untuk membuka bagian muka topeng secara otomatis.

Total bea yang dikeluarkan untuk menuntaskan tokoh Iron Man ini mencapai hampir Rp 3 juta. “Perlu ketelitian untuk menyelesaikannya, sehingga proses pembuatannya makan waktu tiga bulan,” urai Koko.

Menurut Koko, honor untuk tokoh Iron Man ini Rp 300.000 per-3 jam. “Untuk acara komersial, kami ini seperti SPG dengan kostum khusus,” cetus Koko.

Untuk mendukung bea pembuatan kostum, lanjut Koko, Oura-Row memberlakukan iuran sebesar Rp 10.000 perbulan. “Iuran ini juga dimanfaatkan untuk perawatan kostum. Karena pada kurun waktu tertentu perlu diperbaiki agar tidak rusak,” tegasnya.
Ditambahkan Koko, Oura-Row melakukan seleksi ketat untuk setiap orang yang berminat gabung. Yang pertama adalah mengetahui tokoh animasi yang diminati calon anggota Oura-Row.

“Kami akan melihat apakah posturnya sesuai dengan karakter yang dia mau. Untuk tokoh Naruto misalnya, kan nggak mungkin kalau orangnya gendut. Setelah semua sesuai, tinggal kami siapkan kostum buat yang bersangkutan,” bebernya.

Tak cukup itu. Oura-Row juga melakukan pelatihan untuk mendalami tokoh-tokoh yang diperani anggotanya. Seluruh kegiatan dilakukan di markas Oura-Row di Jl Lebak Indah Utara 1/ 32 Surabaya. Selain pelatihan, markas itu juga dimanfaatkan untuk rapat dan sharing anggotanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved